Page 36 - SD_Danau Laut Tador
P. 36

Sang  ayah  langsung  sigap.  Tador  diberinya  obat
            atau  jamu  penurun  panas.  Namun,  usaha  itu  tidak

            berhasil.  Ketika  hari  berganti  siang,  panas  di  tubuh
            Tador  belum  juga  reda.  Pusing  di  kepala  Tador  juga

            belum sirna.
                 Pada  saat  kesedihan  mendera  keluarga  Tador,

            di luar rumah terdengar hiruk pikuk. Warga kampung
            tampak bersiap untuk marpangir. Para tetangga Tador

            telah berkumpul. Mereka kompak untuk segera pergi ke
            sungai.  Mereka  terlihat  membawa  bekal.  Aroma  gulai

            ayam  tercium.  Pun, bungkusan  nasi  serta  sayur  daun
            pepaya tampak menyembul.

                 Tador hanya dapat mendengar hiruk pikuk itu dari
            tempatnya berbaring. Matanya tertutup. Dia berusaha

            membuka  matanya  dan  bangkit.  Dia  berusaha  ingin
            segera  sehat.  Akan  tetapi,  badannya  begitu  lemas.

            Tubuhnya  begitu  panas,  dan  geraknya  begitu  terasa
            berat. Tador hanya dapat berbaring di tempat tidur.

                 Tidak  hanya  Tador,  ayah  dan  ibu  juga  terlihat
            gelisah. Satu sisi mereka resah dengan keadaan Tador,

            di sisi lain  mereka  harus  segera  bergabung dengan
            tetangga. Satu sisi anak sakit, satu sisi lagi kesempatan

            marpangir  hanya  datang  satu  kali  dalam  setahun.



                                        28
   31   32   33   34   35   36   37   38   39   40   41