Page 39 - SD_Danau Laut Tador
P. 39

Tidak  tahan  menahan  kesedihan  karena  angan-
            angan  buyar,  akhirnya  Tador  menangis.  Tangisnya

            sangat  keras  dan  pilu.  Sepertinya  segala  kesedihan
            mengumpul.  Selama  ini  dia  selalu  menurut,  mengapa

            sekarang  masih  ditinggal?  Tador  protes  dalam
            tangisnya. Dia tidak terima kalau kali ini ayah dan ibu

            juga bertindak tega. Kalau memang dia sakit, harusnya
            dia tidak ditinggal lagi! Bukankah selama ini dia tidak

            pernah sakit?
                 Tador  merasa  seperti  anak  yang  jauh  dari  orang

            tua. Selalu ditinggal pergi. Ini tidak adil buat dia. Tidak
            seperti teman-temannya yang lain, selalu bersama dan

            bercanda dengan keluarga.
                 “Aku  ingin  ikut  juga,  Ibu!  Jangan  tinggalkan  aku

            di rumah sendiri! Aku sudah dua belas tahun!” teriak
            Tador.

                 Akhirnya, si ibu tidak sampai hati melihat anaknya
            menangis.  “Kita  bawa  sajalah  Tador,”  sebut  ibunya

            kepada ayahnya.
                 Namun, ayah Tador menolak. Ayah beranggapan,

            jika  Tador  dibawa  mandi-mandi  ke sungai,  Tador
            tidak akan sembuh. Sakitnya malah bertambah parah.

            Sebentar lagi bulan puasa, bagaimana jika Tador sakit?



                                          31
   34   35   36   37   38   39   40   41   42   43   44