Page 5 - BUKU Neraca Bahan Makanan Tahun 2024
P. 5

BAB I

                                                      PENDAHULUAN


                        1.1     Latar Belakang

                                Pemantapan pembangunan ketahanan pangan perlu terus diupayakan,
                        antara lain melalui penyediaan pangan setiap saat agar jumlah, mutu dan zat

                        gizi yang mencukupi bagi setiap rumah tangga. Penggunaan pangan pada saat
                        ini  cenderung  tidak  hanya  digunakan  untuk  konsumsi  manusia,  namun  juga

                        bersaing  dengan  penggunaan  pangan  untuk  industri  non  pangan,  sehingga

                        perlu didukung dengan ketersediaan data dan informasi yang akurat dalam hal
                        penyediaan  (supply),  penggunaan  (utilization)  dan  ketersediaan  (availability).

                        Undang-undang nomor  18 tahun 2012 menyatakan bahwa Ketahanan Pangan

                        adalah  kondisi  terpenuhinya  pangan  bagi  negara  sampai  dengan
                        perseorangan, yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup baik jumlah

                        maupun  mutunya, aman, beragam, bergizi, merata dan terjangkau serta tidak
                        bertentangan dengan agama, keyakinan dan budaya untuk dapat sehat, aktif,

                        produktif secara berkelanjutan.


                                Arah  pembangunan  ketahanan  pangan  adalah  untuk  mewujudkan
                        kedaulatan  pangan  yang  mampu  menjamin  ketersediaan  pangan  di  tingkat

                        nasional,  daerah  hingga  rumah  tangga,  serta  menjamin  kondisi  pangan  yang

                        cukup,  aman,  bermutu,  dan  bergizi  seimbang  di  tingkat  rumah  tangga
                        sepanjang  waktu,  melalui  pemanfaatan  sumberdaya  dan  budidaya  lokal,

                        teknologi  inovatif  dan  peluang  pasar,  peningkatan  ekonomi  kerakyatan  dan
                        pengentasan  kemiskinan.  Pernyataan  tersebut  mengandung  makna  bahwa

                        orientasi  pembangunan  ketahanan  pangan  adalah  pemenuhan  kebutuhan
                        pangan  dan  gizi  penduduk,  baik  dari  sisi  ketersediaan  maupun  konsumsi

                        pangan berdasarkan sumberdaya lokal dan sosial ekonomi budaya masyarakat.


                                Ketersediaan  pangan  dapat  diamati  pada  berbagai  tingkatan  yang
                        secara herarkhis mencakup rumahtangga, regional dan nasional. Berbagai level

                        ketersediaan  pangan  tersebut  merupakan  prasyarat  terwujudnya  konsumsi
                        pangan yang cukup dan berkualitas. Namun demikian penyediaan pangan yang
                        sesuai  dengan  kebutuhan  gizi  penduduk  baik  jumlah  maupun  mutunya,



                                                               1
   1   2   3   4   5   6   7   8   9   10