Page 60 - Buku Teori dan Praktik_Perkantoran
P. 60

Tata Cara Penulisan Nomor
             Terdapat  beberapa  komponen  yang  secara  umum,  harus  ada  di  dalam  nomor  surat.
             Komponen–  komponen  dalam  surat  ini  penulisannya  harus  diperhatikan  sesuai  dengan
             kepentingan  substansi  surat.  Untuk  memahami  tata  cara  penulisan  surat.  Perhatikan
             contoh berikut.
             Contoh
             Nomor: ZZZ/001/GG-YYY/PP/XX/TT

             Keterangan:
             ZZZ       : Kode Surat
             001        : Nomor Surat Berurut
             GG-YYY : Kode Chapter
             PP          : Kode Pengurus yang mengeluarkan
             XX          : Bulan Keluarnya Surat Dalam Romawi (I, II, III, IV, V, dsb)
             TT           : Tahun surat

             Tujuan nomor surat adalah untuk menyampaikan informasi dalam bentuk kode. Selain itu,
             untuk  mempermudah  penyimpanan,  pencarian,  pencatatan  surat  masuk  serta  keluar,  dan
             hal lainnya yang berkaitan dengan pengarsipan.


             Tata Cara Penulisan Lampiran
             Lampiran  berfungsi  sebagai  petunjuk  tentang  dokumen  yang  harus  disertakan  bersama
             surat yang bersangkutan. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penulisan lampiran
             adalah:
             a) Pencantuman jumlah lampiran hanya menggunakan hurufnya saja, misalnya
              Lampiran : dua lembar.
             b) Setelah pencantuman jumlah lampiran, tidak diberi tanda titik.
             c) Jika tidak ada sesuatu yang dilampirkan, tidak perlu mencantumkan lampiran pada surat
             tersebut.

             Tata Cara Penulisan Perihal
             Setiap surat resmi selalu mencantumkan pokok atau inti surat yang biasa disebut “Hal atau
             Perihal“.  Dengan  membaca  perihal  yang  ada  dalam  surat,  pembaca  akan  langsung
             mengetahui  apa  yang  akan  dibicarakan  didalam  surat  tersebut.  Untuk  penulisan  perihal
             hendaknya disingkat, dengan catatan singkatan tersebut cukup menggambarkan persoalan
             pokok meskipun penerima surat belum membaca surat secara lengkap.

             Contoh:
             Penulisan perihal yang tidak dianjurkan
             Hal  :  Permohonan  Tenaga  Pengajar  untuk  memberikan  kuliah  pada  Kursus  Penyegaran
             Ujian Dinas Tingkat III Departemen A.
             Hal : EDARAN PENYEGARAN BENTUK SURAT 3
             Hal : Perpanjangan Izin Mengajar 4
             Hal : Permintaan soal-soal Ujian.

             Penulisan perihal yang dianjurkan:
             Hal : Permohonan tenaga pengajar
             Hal : Penyeragaman bentuk surat
             Hal : Perpanjangan izin mengajar
             Hal : Permintaan soal ujian



             Teori dan Praktik Perkantoran                                                              54
   55   56   57   58   59   60   61   62   63   64   65