Page 192 - Jurnal Penelitian MTsN 6 Jakarta
P. 192
dan sosial yang menumbuhkan nilai keikhlasan serta tanggung jawab
sosial di lingkungan sekolah.
Hal ini sesuai dengan pandangan Abdullah (2019) bahwa guru dalam
konteks pendidikan Islam memegang dua peran utama, yakni mu’allim
(pengajar ilmu) dan murabbi (pendidik nilai dan akhlak). Peran sosial guru
yang aktif mencerminkan semangat ukhuwah Islamiyah serta
implementasi nyata dari pendidikan berbasis amal jariyah melalui wakaf
dan hibah non-material.
Gambar 3. Perbandingan Lama Mengajar Terhadap Keterlibatan
Kegiatan Sosial Madrasah
4.3.1.2 Peneliti
Dalam penelitian ini, peneliti berperan ganda sebagai guru sekaligus
kepala sekolah madrasah, yang memiliki kedekatan langsung dengan
konteks dan objek penelitian. Posisi ini memberikan keunggulan
metodologis karena peneliti memahami dinamika internal madrasah
secara komprehensif, baik dari aspek manajerial, sosial, maupun
pedagogis. Sebagai praktisi pendidikan Islam, peneliti tidak hanya menjadi
pengamat eksternal, tetapi juga insider researcher, yaitu peneliti yang
meneliti lingkungan tempat ia bekerja (Coghlan & Brannick, 2014).
Sebagai guru, peneliti memiliki pengalaman langsung dalam proses
pembelajaran, bimbingan siswa, serta interaksi sosial dengan sesama
pendidik. Hal ini memberikan wawasan mendalam mengenai bagaimana
nilai-nilai wakaf dan hibah diwujudkan melalui pengabdian tenaga, waktu,
dan pengetahuan dalam kegiatan belajar-mengajar. Dalam teori
pendidikan reflektif menurut Schön (1983), guru yang berperan sebagai
peneliti (teacher as reflective practitioner) mampu menganalisis praktiknya
sendiri secara kritis dan berkelanjutan untuk meningkatkan mutu
pendidikan dan profesionalisme. Dengan demikian, pengalaman lapangan
peneliti menjadi sumber data empiris yang valid dan relevan untuk
memahami fenomena sosial-edukatif di madrasah.
25

