Page 351 - Jurnal Penelitian MTsN 6 Jakarta
P. 351
Pada Gambar 1 (Histogram Kendala UMKM dalam Pemanfaatan
E-Commerce), kendala yang paling dominan adalah rendahnya literasi
digital sebesar 30%, yang mencerminkan keterbatasan pelaku UMKM
dalam memahami fitur teknologi, strategi promosi digital, dan pengelolaan
toko daring secara efektif.
Kendala berikutnya adalah keterbatasan modal dan infrastruktur
teknologi sebesar 25%, yang meliputi akses terhadap perangkat
pendukung serta kestabilan jaringan internet. Persaingan harga dan
promosi menempati posisi ketiga dengan 20%, menandakan tekanan
kompetitif yang tinggi di antara pelaku usaha kecil terhadap brand besar di
marketplace. Sementara itu, kendala logistik dan distribusi (15%) serta
kurangnya inovasi dan adaptasi terhadap tren pasar (10%) juga menjadi
faktor yang turut menghambat efektivitas pemanfaatan e-commerce oleh
UMKM.
Temuan ini sejalan dengan penelitian Putri & Wahyudi (2021) yang
menyebutkan bahwa rendahnya literasi digital dan manajemen keuangan
menjadi hambatan utama dalam pengembangan bisnis berbasis e-
commerce di kalangan UMKM Indonesia. Sementara itu, Nasution et al.
(2022) menambahkan bahwa faktor kepercayaan konsumen, kualitas
pelayanan, dan kemampuan branding digital juga turut memengaruhi
keberhasilan UMKM dalam bersaing di ekosistem e-commerce.
Dalam konteks penelitian ini, meskipun sebagian besar responden
menunjukkan intensitas tinggi dalam penggunaan e-commerce, namun
tingkat optimalisasi fitur bisnis digital masih rendah. Hal ini disebabkan oleh
minimnya pelatihan, pendampingan, serta keterbatasan waktu dan tenaga
dari pelaku UMKM yang menjalankan usaha secara mandiri.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tantangan utama
UMKM bukan hanya pada akses terhadap teknologi, tetapi juga pada
kemampuan adaptif terhadap perubahan perilaku konsumen digital dan
dinamika platform e-commerce. Upaya peningkatan kapasitas digital,
pelatihan strategi pemasaran daring, serta dukungan kebijakan dari
pemerintah dan mitra korporasi menjadi faktor kunci dalam memperkuat
daya saing UMKM di era ekonomi digital.
4.2.4 Mengevaluasi peran Inovasi Lynk terhadap pertumbuhan UMKM
digital
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Inovasi Lynk berperan penting
dalam mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan UMKM di era digital.
Berdasarkan hasil analisis variabel Z (Inovasi Lynk), seluruh indikator
memiliki nilai validitas dan reliabilitas tinggi (Cronbach’s Alpha > 0,80), yang
menandakan bahwa setiap item pertanyaan mampu mengukur dimensi
inovasi secara konsisten. Hal ini memperkuat bukti bahwa inovasi yang
diintegrasikan dalam sistem bisnis digital berpengaruh terhadap
peningkatan daya saing dan efisiensi operasional UMKM.
Secara konseptual, Lynk sebagai inovasi berbasis digital mencakup
aspek kolaborasi, digitalisasi layanan, dan pengembangan model bisnis
adaptif. Melalui penerapan Lynk, UMKM dapat memperluas jaringan
pemasaran, mengelola transaksi secara lebih efisien, serta meningkatkan
kecepatan layanan kepada konsumen. Temuan ini menunjukkan adanya
20

