Page 416 - Jurnal Penelitian MTsN 6 Jakarta
P. 416
ABSTRAK
Kebutuhan kalori merupakan aspek penting dalam menunjang performa atlet,
terutama pada remaja yang sedang berada dalam fase pertumbuhan. Atlet futsal
remaja dituntut untuk menjaga keseimbangan energi antara Basal Metabolic Rate
(BMR), Thermic Effect of Food (TEF), dan Energy Expenditure of Physical Activity
(EEPA) agar dapat menjalani latihan dan kompetisi dengan optimal.
Ketidakseimbangan energi berpotensi menimbulkan kelelahan, penurunan
performa, cedera, hingga gangguan pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan
menganalisis kebutuhan energi atlet futsal remaja dengan metode Metabolic
Equivalent of Task (MET) yang diintegrasikan dengan smartwatch, sehingga
estimasi energi dapat dilakukan secara praktis dan real-time.
Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif-aplikatif. Subjek terdiri
atas 14 atlet futsal remaja MTsN 6 Jakarta berusia 14–15 tahun yang aktif mengikuti
latihan rutin. Data dikumpulkan melalui pengukuran antropometri, observasi
aktivitas latihan (pemanasan, drill, small-sided game, scrimmage), serta pencatatan
energi dengan dua cara, yaitu perhitungan manual METs dan estimasi berbasis
smartwatch. Analisis dilakukan secara deskriptif, dilanjutkan uji komparatif (paired
sample t-test/Wilcoxon) serta Bland-Altman plot untuk mengukur tingkat
kesesuaian antar metode.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa BMR atlet berada pada kisaran 1.405–1.668
kkal/hari (rata-rata 1.521 kkal), dengan TEF sekitar 244–293 kkal/hari atau ±10%
dari energi total. EEPA meningkat seiring intensitas latihan, dengan scrimmage
menghasilkan energi tertinggi (±500 kkal) dan pemanasan terendah (±280 kkal).
Distribusi energi menunjukkan scrimmage menyumbang 31% dari total, small-
sided game 28%, drill 24%, dan pemanasan 17%. Total Energy Expenditure (TEE)
rata-rata sebesar 2.413 kkal/hari dengan rentang 2.181–2.720 kkal/hari.
Perbandingan metode memperlihatkan bahwa estimasi smartwatch cenderung
sedikit lebih rendah daripada perhitungan manual, namun selisihnya masih dalam
batas wajar (<15%).
Kesimpulannya, kebutuhan energi atlet futsal remaja relatif tinggi dan bervariasi
tergantung karakteristik individu dan jenis aktivitas. Integrasi METs dengan
smartwatch terbukti efektif sebagai metode monitoring praktis, sehingga dapat
menjadi dasar perencanaan nutrisi dan program latihan yang lebih terukur.
Kata kunci: kebutuhan kalori, futsal, MET, smartwatch
vii

