Page 421 - Jurnal Penelitian MTsN 6 Jakarta
P. 421
BAB II
KAJIAN TEORI DAN TINJAUAN PUSTAKA
A. Kajian Teori
1. Kebutuhan Kalori Atlet Remaja
Kebutuhan kalori adalah jumlah energi yang diperlukan tubuh untuk
mempertahankan fungsi dasar kehidupan, melakukan aktivitas sehari-hari,
serta mendukung aktivitas olahraga (Wilmore dan Costill 2015). Pada atlet
remaja, kebutuhan kalori relatif lebih tinggi dibandingkan orang dewasa
karena selain dipakai untuk aktivitas fisik, energi juga dibutuhkan untuk
pertumbuhan, perkembangan otot, serta pemeliharaan kesehatan.
Komponen kebutuhan energi total (Total Energy Expenditure/TEE) terdiri
dari:
a. Basal Metabolic Rate (BMR)
Energi untuk fungsi fisiologis dasar tubuh, seperti pernapasan dan
sirkulasi darah.
b. Thermic Effect of Food (TEF)Energi yang digunakan untuk proses
pencernaan dan metabolisme makanan, sekitar 10% dari total energi
harian.
c. Energy Expenditure of Physical Activity (EEPA)
Energi tambahan akibat aktivitas fisik dan olahraga. Pada atlet futsal
remaja, EEPA berkontribusi besar dalam peningkatan kebutuhan kalori,
terutama karena futsal termasuk olahraga intensitas tinggi dengan
banyak sprint, dribble, dan perubahan arah.
2. Konsep Metabolic Equivalent of Task (MET)
Metabolic Equivalent of Task (MET) adalah metode standar untuk
mengukur tingkat energi yang digunakan seseorang saat melakukan
aktivitas dibandingkan dengan saat istirahat (Ainsworth et al. 2011). Nilai 1
MET setara dengan konsumsi oksigen 3,5 ml/kg/menit atau sekitar 1
kcal/kg/jam.
4

