Page 418 - Jurnal Penelitian MTsN 6 Jakarta
P. 418

BAB I

                                               PENDAHULUAN



                 A.     Latar Belakang Masalah

                        Kebutuhan kalori merupakan aspek fundamental dalam menunjang performa

                  atlet, terutama pada usia remaja yang sedang berada dalam fase pertumbuhan dan
                  perkembangan. Kalori berfungsi sebagai sumber energi utama untuk menjalankan

                  aktivitas  fisiologis  dasar  tubuh  maupun  aktivitas  fisik  intensif  seperti  olahraga
                  futsal. Remaja atlet futsal memerlukan asupan energi yang seimbang karena selain

                  harus mencukupi kebutuhan metabolisme basal, atlet juga membutuhkan tambahan
                  energi untuk mendukung intensitas latihan dan pertandingan. Apabila kebutuhan

                  kalori tidak terpenuhi, maka dapat muncul dampak negatif, seperti kelelahan dini,

                  penurunan  performa,  risiko  cedera,  gangguan  konsentrasi,  bahkan  hambatan
                  pertumbuhan jangka panjang.

                        Permasalahan  yang  kerap  dialami  oleh  atlet  futsal  remaja  adalah

                  ketidakseimbangan  antara  pengeluaran  energi  dan  asupan  kalori.  Sebagian  atlet
                  hanya mengandalkan pola makan harian tanpa memperhitungkan kebutuhan energi

                  sesuai  aktivitas  olahraga  yang  dijalani.  Hal  ini  menyebabkan  sebagian  atlet
                  mengalami  defisit  energi,  sementara  yang  lain  justru  berlebihan  kalori  yang

                  berpotensi  menimbulkan  masalah  berat  badan  dan  penurunan  kelincahan.
                  Minimnya  pengetahuan  atlet  maupun  pelatih  mengenai  metode  praktis  untuk

                  menghitung kebutuhan energi juga menjadi hambatan. Akibatnya, penyusunan pola

                  makan dan program nutrisi sering kali tidak berbasis data ilmiah yang valid.
                        Secara teoritis, kebutuhan energi total atau Total Energy Expenditure (TEE)

                  atlet terdiri atas tiga komponen, yaitu Basal Metabolic Rate (BMR), Thermic Effect
                  of Food (TEF), dan Energy Expenditure of Physical Activity (EEPA) (Wilmore &

                  Costill, 2015). Pada atlet futsal remaja, porsi terbesar tambahan energi berasal dari
                  EEPA mengingat tingginya intensitas latihan dan kompetisi.

                        Oleh karena itu, pendekatan yang akurat untuk mengukur pengeluaran energi

                  menjadi hal yang sangat penting. Salah satu metode yang banyak digunakan adalah



                                                                                                1
   413   414   415   416   417   418   419   420   421   422   423