Page 456 - Jurnal Penelitian MTsN 6 Jakarta
P. 456
12. Hasil uji paired sample t-test (p = 0,54 > 0,05) serta analisis Bland-Altman
menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan maupun bias sistematis
besar antara metode manual MET dan estimasi smartwatch. Selisih antar
metode masih dalam batas kesepakatan yang dapat diterima (<15%),
meskipun smartwatch cenderung sedikit lebih rendah.
13. Analisis histogram dan scatter plot memperkuat konsistensi hasil, dengan
distribusi selisih mendekati nol dan mayoritas titik data berada di sekitar garis
kesetaraan. Hal ini menegaskan bahwa smartwatch valid dan praktis
digunakan sebagai alat monitoring energi atlet futsal remaja secara real-time.
B. Saran
1. Untuk Atlet
1) Menjaga asupan gizi seimbang dengan memperhatikan kebutuhan energi
harian 2.200–2.700 kkal, terutama dari karbohidrat kompleks, protein
berkualitas, dan lemak sehat.
2) Memperhatikan waktu konsumsi makanan sebelum dan sesudah latihan
untuk mendukung performa dan pemulihan.
2. Untuk Pelatih
1) Menyusun program latihan bertahap sesuai kapasitas energi individu,
dengan memperhatikan hasil perhitungan BMR, TEF, dan EEPA.
2) Memanfaatkan teknologi wearable (smartwatch) untuk memantau
intensitas latihan dan mengontrol beban kerja pemain.
3. Untuk Peneliti Selanjutnya
1) Melibatkan sampel yang lebih luas, termasuk atlet perempuan dan
kelompok usia berbeda, untuk meningkatkan generalisasi.
2) Menggunakan variasi instrumen pengukuran energi (misalnya indirect
calorimetry) agar hasil lebih akurat.
3) Menambahkan variabel pola makan, kualitas tidur, dan status psikologis
dalam analisis kebutuhan energi atlet.
39

