Page 455 - Jurnal Penelitian MTsN 6 Jakarta
P. 455
BAB V
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan, adalah
sebagai berikut:
7. Basal Metabolic Rate (BMR)
Atlet futsal remaja memiliki BMR dalam rentang 1.405–1.668 kkal/hari,
dengan rata-rata 1.521 kkal/hari. Nilai BMR sejalan dengan parameter
antropometri (berat dan tinggi badan), di mana semakin besar massa tubuh
maka semakin tinggi BMR.
8. Thermic Effect of Food (TEF)
TEF berada pada rentang 244–293 kkal/hari, dengan rata-rata 265 kkal/hari,
atau sekitar 10% dari total kebutuhan energi. TEF berkorelasi langsung
dengan BMR dan massa otot, menunjukkan pentingnya peran komposisi
tubuh dalam kebutuhan energi.
9. Energy Expenditure of Physical Activity (EEPA)
Pengeluaran energi meningkat sesuai dengan kompleksitas aktivitas, yaitu
pemanasan (±280 kkal), drill (±396 kkal), small-sided game (±448 kkal), dan
scrimmage (±500 kkal). Scrimmage menyumbang proporsi energi terbesar
(31%) karena intensitasnya paling mendekati kondisi pertandingan.
10. Total Energy Expenditure (TEE)
Rata-rata TEE atlet futsal remaja mencapai 2.413 kkal/hari dengan rentang
2.181–2.720 kkal/hari. Proporsi energi terbesar berasal dari BMR (60–65%),
diikuti EEPA (25–30%), dan TEF (~10%).
11. Perbandingan MET Manual dan Smartwatch
Perhitungan manual cenderung memberikan angka lebih tinggi dibandingkan
smartwatch, namun smartwatch lebih akurat dalam memantau intensitas real-
time. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan teknologi wearable dapat
menjadi alat monitoring praktis untuk pelatih dalam menyesuaikan beban
latihan dan kebutuhan gizi atlet.
38

