Page 450 - Jurnal Penelitian MTsN 6 Jakarta
P. 450

dibanding  smartwatch,  seperti  terlihat  pada  Muhammad  Islah  Farid  (759  kkal

                  manual vs. 645 kkal smartwatch) dan Ahmad Raihan (691 kkal manual vs. 641 kkal
                  smartwatch), meskipun perbedaan ini bervariasi antar individu.

                        Penelitian ini sejalan dengan penelitian Castagna et al (2009) dalam Journal

                  of  Strength  and  Conditioning  Research  dengan  judul  “Physiological Aspects  of
                  Futsal: Specificity, Activity Profile, and Energy Expenditure”, menunjukkan bahwa

                  pengukuran  energi  pada  pemain  futsal  berbeda  (manual  versus  smartwatch)
                  tergantung metode estimasi.

                        Penelitian  Wibowo,  Prasetyo,  dan  Haryanto  (2021)  dalam  Jurnal  Ilmiah

                  Pendidikan Jasmani dengan judul “Perbandingan Estimasi Pengeluaran Energi
                  Manual  dan  Wearable  Device  pada  Atlet  Remaja  di  Indonesia”,  melaporkan

                  perbedaan serupa antara perhitungan manual dan data wearable pada atlet remaja
                  Indonesia.

                        Penelitian Toh  et  al  (2011)  dalam  Journal  of  Sports  Science  &  Medicine
                  dengan judul “Physiological Responses and Energy Expenditure in  Small-Sided

                  Games”, menekankan akurasi estimasi kalori dalam small-sided games (SSG). Pada

                  aktivitas pemanasan, smartwatch umumnya mencatat kalori lebih rendah karena
                  menghitung berdasarkan durasi dan intensitas gerakan aktual, sedangkan pada drill,

                  small-sided game, dan scrimmage hasil perbedaan lebih seimbang, dengan aktivitas
                  inti seperti scrimmage lebih akurat diestimasi oleh perangkat. Hal ini menegaskan

                  adanya perbedaan metode pengukuran kalori, namun secara umum pola energi yang

                  terbakar  tetap  konsisten,  maka  pentingnya  pemilihan  metode  pengukuran  yang
                  disesuai untuk evaluasi performa atlet.

                  4.    Rekomendasi Asupan Energi dan Pelatihan

                        Rekomendasi asupan energi dan pelatihan adalah pedoman untuk memastikan

                  atlet  memenuhi  kebutuhan  energi  harian  agar  mendukung  aktivitas  fisik,
                  pertumbuhan,     pemulihan,    dan     performa    optimal.   Asupan     energi

                  mempertimbangkan Total Energy Expenditure (TEE) yang meliputi BMR, energi

                  aktivitas fisik (EEPA), dan Thermic Effect of Food (TEF).
                        Penyesuaian asupan energi dan nutrisi dengan beban latihan harian penting

                  agar  atlet  tidak  mengalami  defisit  energi  yang  menurunkan  performa  atau


                                                                                               33
   445   446   447   448   449   450   451   452   453   454   455