Page 446 - Jurnal Penelitian MTsN 6 Jakarta
P. 446
berpartisipasi. Jumlah responden ditargetkan antara 20–30 atlet agar data yang
dikumpulkan representatif untuk menggambarkan kebutuhan energi kelompok
futsal remaja tingkat sekolah menengah.
c. Batasan Penelitian
Penelitian ini memiliki beberapa batasan. Pertama, subjek hanya mencakup
atlet futsal remaja di MTsN 6 Jakarta, sehingga hasil penelitian tidak bisa
digeneralisasi ke populasi futsal pada jenjang atau wilayah lain. Kedua, instrumen
yang digunakan terbatas pada perhitungan manual MET dan satu jenis smartwatch,
sehingga keakuratan hasil bisa berbeda bila menggunakan perangkat lain. Ketiga,
data pengeluaran energi yang dihitung hanya berfokus pada aktivitas futsal saat
latihan formal, tidak termasuk aktivitas fisik lain di luar jadwal latihan. Keempat,
Thermic Effect of Food (TEF) diasumsikan sebesar ±10% dari total energi harian,
padahal dalam kenyataan dapat bervariasi antarindividu. Selain itu, faktor eksternal
seperti pola makan, kualitas tidur, serta kondisi psikologis responden tidak
sepenuhnya dikontrol, yang berpotensi memengaruhi hasil penelitian.
2. Analisis Deskripsi
Analissi deskripsi yang menekankan pengumpulan data valid dan penyajian
informasi dalam bentuk narasi, tabel, atau grafik agar karakteristik fenomena dapat
dipahami secara jelas, sekaligus memberikan gambaran lengkap kondisi, pola, atau
perbedaan suatu objek (Arikunto 2010).
a. Analisis Basal Metabolic Rate (BMR)
Berdasarkan penelitian terdahulu, nilai Basal Metabolic Rate (BMR) pada
atlet menunjukkan pola yang konsisten dengan antropometri. Pada tabel 1
perhitungan BMR tertinggi terdapat pada Muhammad Islah Farid (67 kg, 170 cm)
sebesar 1.668 kkal/hari, sedangkan atlet dengan berat badan lebih rendah, seperti
Galuh Permata Priyadi dan Icco Novan, memiliki BMR yang lebih rendah .
Hal ini sejalan dengan temuan Rizal, Gifari, dan Arini (2024) dalam Jurnal
Amerta Nutrition dengan judul “Perbedaan basal metabolic rate berdasarkan
pengukuran dan formula pada atlet bola basket remaja putri Indonesia”, yang
menunjukkan bahwa BMR cenderung meningkat seiring bertambahnya berat badan
29

