Page 448 - Jurnal Penelitian MTsN 6 Jakarta
P. 448

Kebutuhan  energi  total  pada  atlet  futsal  remaja  harus  mempertimbangkan

                  komponen  TEF  sebagai  bagian  penting  dari  Total  Daily  Energy  Expenditure
                  (TDEE).  Dengan  demikian,  penyusunan  pola  makan  harus  memperhatikan

                  keseimbangan  makronutrien,  terutama  protein  yang  meningkatkan  TEF  lebih

                  tinggi, guna mendukung pemulihan otot, pertumbuhan, dan performa olahraga. TEF
                  sejalan dengan variasi BMR, karena semakin tinggi metabolisme basal, semakin

                  besar pula energi yang digunakan untuk mencerna dan mengolah makanan.

                  c.    Analisis Energy Expenditure of Physical Activity (EEPA)

                        Berdasarkan  hasil  perhitungan  Energy  Expenditure  of  Physical  Activity
                  (EEPA) pada atlet futsal remaja, terdapat peningkatan signifikan dalam pengeluaran

                  energi seiring dengan kompleksitas aktivitas yang dilakukan. Data menunjukkan

                  bahwa pemanasan menghasilkan pengeluaran energi sekitar 235–335 kkal (rata-rata
                  ±280 kkal), drill 329–469 kkal (rata-rata ±396 kkal), small-sided game 376–536

                  kkal (rata-rata ±448 kkal), dan scrimmage 423–603 kkal (rata-rata ±500 kkal). Atlet
                  dengan pengeluaran energi tertinggi adalah Muhammad Islah Farid (335–603 kkal),

                  sementara yang terendah adalah Narendra Dinesh Pratama (235–423 kkal).
                        Penelitian ini sejalan dengan penelitian Castagna et al. (2009) dalam Journal

                  of  Strength  and  Conditioning  Research  dengan  judul  “Physiological Aspects  of

                  Futsal: Specificity, Activity Profile, and Energy Expenditure”, menunjukkan bahwa
                  pemain  futsal  remaja  dapat  mengeluarkan  energi  400–700  kkal  per  sesi

                  latihan/pertandingan, tergantung durasi dan intensitas. Angka ini sejalan dengan
                  perhitungan berbasis MET pada tabel 5 dan 6.

                        Penelitian Toh  et  al. (2011) dalam  Journal  of  Sports  Science &  Medicine
                  dengan judul “Physiological  Responses and Energy Expenditure  in Small-Sided

                  Games”,  menunjukkan  bahwa  small-sided  games  (SSG)  dapat  menghasilkan

                  pengeluaran energi yang signifikan, bahkan pada lapangan yang lebih kecil seperti
                  lapangan futsal. Studi ini menunjukkan bahwa SSG dapat menjadi alternatif efektif

                  dalam  meningkatkan  pengeluaran  energi  dan  partisipasi  pemain  dalam  latihan

                  futsal.





                                                                                               31
   443   444   445   446   447   448   449   450   451   452   453