Page 449 - Jurnal Penelitian MTsN 6 Jakarta
P. 449

d.    Analisis Total Energy Expenditure (TEE)

                        Berdasarkan hasil perhitungan Total Energy Expenditure (TEE) pada atlet
                  futsal  remaja,  terdapat  variasi  antara  2.181–2.720  kkal/hari.  Perbedaan  ini

                  dipengaruhi oleh variasi Basal Metabolic Rate (BMR) dan energi dari aktivitas fisik

                  (EEPA). Atlet dengan TEE tertinggi adalah Muhammad Islah Farid (2.720 kkal),
                  sementara yang terendah adalah Narendra Dinesh Pratama (2.181 kkal).

                        Penelitian ini sejalan pada penelitian Stables et al. (2023) dalam Journal of
                  Sports Sciences dengan judul “Daily energy requirements of male academy soccer

                  players”, menyatakan bahwa pada pemain sepak bola akademi pria melaporkan

                  bahwa TEE rata-rata mereka adalah 3.029 ± 262 kkal/hari, dengan rentang antara
                  2.275    hingga   3.903    kkal/hari.   Studi   ini   menekankan     pentingnya

                  mempertimbangkan perbedaan individu dalam perencanaan kebutuhan energi atlet
                  muda.

                        Penelitian  ini  juga  sejalan  dengan  Martinho  et  al.  (2023)  dalam  Journal
                  Frontiers in Nutrition dalam judul “Dietary intakes and daily distribution patterns

                  of  energy  and  macronutrients  in  youth  soccer  players”,  menunjukkan  bahwa

                  pemain sepak bola remaja memiliki TEE yang bervariasi, dengan rata-rata 3.568
                  kkal/hari. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya distribusi makronutrien yang

                  tepat sepanjang hari untuk mendukung kebutuhan energi atlet muda (Martinho et
                  al., 2023). Temuan ini menekankan pentingnya merancang program latihan futsal

                  yang  mempertimbangkan  intensitas  dan  kompleksitas  aktivitas  untuk

                  memaksimalkan pengeluaran energi dan efektivitas latihan bagi atlet remaja.

                  3.    Analisis Komparatif
                        Menurut  Bryman  (2016)  menekankan  bahwa  analisis  komparatif  bukan

                  hanya melihat perbedaan kuantitatif, tetapi juga menyelidiki konteks, proses, dan

                  dinamika yang membentuk fenomena yang dibandingkan.

                  a.    Analisis Kalori MET Manual versus MET Terintegrasi Smartwatch

                        Perbandingan kalori yang dihitung secara manual dengan menggunakan data
                  MET dari smartwatch  menunjukkan adanya variasi  pada beberapa atlet, sejalan

                  dengan  temuan  penelitian  sebelumnya.  Kalori  manual  cenderung  lebih  tinggi




                                                                                               32
   444   445   446   447   448   449   450   451   452   453   454