Page 442 - Jurnal Penelitian MTsN 6 Jakarta
P. 442
b. Perbandingan Kalori per Aktivitas
Pada segmen pemanasan, smartwatch umumnya menunjukkan kalori yang
lebih rendah dibanding perhitungan manual pada sebagian atlet, kemungkinan
karena perangkat menghitung berdasarkan durasi dan intensitas gerakan aktual.
Seperti pada Muhammad Harith Nasyat tercatat 44 kkal secara manual (Tabel 9),
sementara smartwatch hanya menunjukkan 36 kkal (Tabel 10). Untuk aktivitas drill
dan small side game, terdapat beberapa perbedaan, namun secara umum hasilnya
cenderung seimbang. Smartwatch kadang menampilkan nilai sedikit lebih rendah
atau lebih tinggi tergantung gerakan yang terekam. Sementara pada scrimmage,
kalori yang tercatat pada smartwatch relatif mendekati perhitungan manual,
menunjukkan bahwa aktivitas inti lebih mudah diestimasi secara akurat oleh
perangkat.
c. Interprestasi Tren
Variasi kalori yang terlihat antara perhitungan manual dan smartwatch
mencerminkan perbedaan metode estimasi energi. Perhitungan manual umumnya
menggunakan rumus MET standar yang dikalikan dengan durasi dan berat badan,
sehingga bersifat lebih statis. Sebaliknya, smartwatch menghitung kalori
berdasarkan gerakan aktual dan detak jantung, sehingga memberikan estimasi yang
lebih dinamis dan individual. Menurut ACSM (American College of Sports
Medicine 2018), perhitungan kalori menggunakan MET dapat memberikan estimasi
umum, namun perangkat wearable cenderung lebih akurat untuk aktivitas yang
bervariasi karena mampu mempertimbangkan intensitas nyata, kecepatan, dan
respons fisiologis atlet.
6. Analisis Paired Sample t-test dan Bland- Altman Plot
Perbandingan antara perhitungan manual berbasis MET dan estimasi
smartwatch dilakukan untuk menilai kesesuaian kedua metode (Manual vs
Smartwatch) dalam mengukur pengeluaran energi atlet futsal remaja. Hasil Uji
Paired Sample t-test Manual vs Smartwatch dan Bland-Altmat Plot dapat dilihat
pada tabel 11 dan gambar 4 dibawah ini.
25

