Page 437 - Jurnal Penelitian MTsN 6 Jakarta
P. 437
Energy Expenditure of Physical Activity (EEPA)
17%
31%
24%
28%
Pemanasan Drill Small Side Game Scrimmage
Gambar 2. Perbandingan Aktifitas pada Sesi Latihan Futsal
Berdasarkan diagram (Gambar 2) menunjukkan distribusi pengeluaran energi
menunjukkan bahwa aktivitas scrimmage menyumbang proporsi terbesar, yaitu
31% dari total energi. Selanjutnya diikuti oleh small side game sebesar 28%, drill
sebesar 24%, dan yang paling rendah adalah pemanasan dengan 17%. Pola ini
menggambarkan bahwa semakin kompleks dan intens aktivitas permainan, semakin
besar pula energi yang dikeluarkan oleh pemain.
Secara umum, kontribusi energi terbesar berada pada aktivitas yang paling
menyerupai pertandingan sesungguhnya, yaitu scrimmage, sedangkan pemanasan
hanya memberikan kontribusi kecil karena intensitasnya rendah. Data ini konsisten
dengan hasil statistik deskriptif yang menunjukkan kenaikan nilai rata-rata energi
dari tahap pemanasan hingga scrimmage. Dengan demikian, pie chart ini
mempertegas bahwa program latihan futsal memiliki pola beban energi bertingkat,
di mana scrimmage menjadi indikator paling representatif untuk mengukur
kesiapan fisik pemain.
4. Perhitungan Total Energy Expenditure (TEE)
National Institute of Health (2020) menjelaskan bahwa Total Energy
Expenditure (TEE) adalah parameter penting dalam pengaturan keseimbangan
energi dan status gizi, karena secara langsung berkaitan dengan berat badan,
komposisi tubuh, serta performa fisik. Hasil perhitungan Total Energy Expenditure
20

