Page 432 - Jurnal Penelitian MTsN 6 Jakarta
P. 432
14–15 tahun berkisar antara 1.400–1.700 kkal/hari. BMR terendah dimiliki oleh
Narendra Dinesh Pratama (47 kg, 160 cm) sebesar 1.405 kkal/hari, dikarenakan
berat badan dan massa ototnya relatif rendah sehingga kebutuhan energi minimal
untuk fungsi dasar tubuh juga lebih kecil.
Nilai Basal Metabolic Rate (BMR) tertinggi terdapat pada Muhammad Islah
Farid (67 kg, 170 cm) yaitu 1.668 kkal/hari. Secara umum, terlihat pola bahwa atlet
dengan berat badan dan tinggi badan lebih besar cenderung memiliki BMR lebih
tinggi, Sebaliknya atlet dengan berat badan lebih rendah cenderung memiliki BMR
lebih rendah pada Galuh Permata Priyadi dan Icco Novan.
Tabel 2. Perhitungan Statistik Variabel Basal Metabolic Rate (BMR)
Standar
Variabel Mean Modus Minimum Maksimum
Deviasi
Usia (tahun) 14,20 14 0,43 14 15
Berat Badan (kg) 55,90 50 6,61 47 67
Tinggi Badan (cm) 164,60 165 2,82 160 170
BMR (kkal/hari) 1521,07 1.405 78,08 1.405 1.668
Hasil perhitungan statistik menunjukkan bahwa rata-rata usia atlet futsal
remaja adalah 14,2 tahun, dengan mayoritas berusia 14 tahun. Rata-rata berat badan
tercatat 55,9 kg dengan rentang antara 47–67 kg, di mana nilai yang paling sering
muncul adalah 50 kg. Tinggi badan rata-rata mencapai 164,6 cm, dengan variasi
relatif kecil (Standar Deviasi ≈ 2,8 cm), rentang 160–170 cm, dan modus 165 cm.
Sementara itu, nilai Basal Metabolic Rate (BMR) rata-rata adalah 1.521 kkal/hari,
dengan variasi moderat (Standar Deviasi ≈ 78 kkal), nilai minimum 1.405 kkal dan
maksimum 1.668 kkal. Data ini mengindikasikan bahwa sebagian besar atlet berada
dalam rentang pertumbuhan remaja dengan karakteristik antropometri dan
kebutuhan energi basal yang relatif homogen, sehingga dapat menjadi dasar
perhitungan kebutuhan energi total dalam perencanaan latihan dan asupan gizi yang
sesuai.
15

