Page 436 - Jurnal Penelitian MTsN 6 Jakarta
P. 436

±500 kkal). Atlet dengan energi tertinggi adalah Muhammad Islah Farid (335–603

                  kkal), sementara yang terendah adalah Narendra Dinesh Pratama (235–423 kkal),
                  yang  konsisten  dengan  perbedaan  berat  badan  dan  kapasitas  fisik.  Temuan  ini

                  menunjukkan  bahwa  semakin  intensif  dan  mendekati  kondisi  pertandingan,

                  semakin tinggi  energi  yang dikeluarkan. Implikasi  praktisnya, kebutuhan energi
                  satu  sesi  latihan  futsal  dapat  mencapai  400–700  kkal,  sehingga  pelatih  perlu

                  menyesuaikan strategi latihan, pemulihan, dan asupan gizi sesuai kebutuhan energi
                  individu. Peningkatan energi dari pemanasan, drill, small side game dan scrimmage

                  menunjukkan  hubungan  linear  antara  kompleksitas  aktivitas,  intensitas,  dan

                  pengeluaran energi (Bangsbo 2014; McArdle et al. 2015).
                  Tabel 6. Perhitungan Statistik Energy Expenditure of Physical Activity (EEPA)

                                                             Standar
                        Variabel         Mean      Modus                Minimum  Maksimum
                                                             Deviasi
                    Pemanasan            280,7      250       31,12        235          335
                    Drill                391,5      350       43,08        329          469
                    Small Side Game      448,0      400       49,25        376          536
                    Scrimmage            505,6      450       55,64        423          603

                        Hasil  perhitungan  statistik  menunjukkan  bahwa  pengeluaran  energi  atlet

                  futsal meningkat secara bertahap mulai dari pemanasan (mean = 280,7 kkal) hingga
                  scrimmage (mean = 505,6 kkal). Nilai standar deviasi juga semakin besar dari 31,12

                  pada  pemanasan  menjadi  55,64  pada  scrimmage,  yang  berarti  semakin  tinggi
                  intensitas aktivitas, semakin besar pula variasi energi antar pemain. Modus yang

                  relatif lebih rendah dibandingkan nilai rata-rata pada setiap aktivitas menunjukkan
                  adanya sebagian pemain dengan pengeluaran energi di bawah rata-rata, sedangkan

                  rentang nilai minimum dan maksimum menggambarkan perbedaan kapasitas fisik

                  individu. Dengan demikian, data ini menegaskan bahwa intensitas aktivitas futsal
                  berkorelasi langsung dengan peningkatan pengeluaran energi, serta menunjukkan

                  adanya  variasi  ketahanan  fisik  yang  dapat  dijadikan  dasar  bagi  pelatih  dalam
                  menyusun program latihan maupun kebutuhan nutrisi atlet.









                                                                                               19
   431   432   433   434   435   436   437   438   439   440   441