Page 439 - Jurnal Penelitian MTsN 6 Jakarta
P. 439
Hasil perhitungan statistik menunjukkan bahwa rata-rata Basal Metabolic
Rate (BMR) atlet futsal adalah 1.532 kkal, dengan standar deviasi 79,32 yang
menandakan variasi sedang antar individu. Thermic Effect of Food (TEF) relatif
stabil dengan rata-rata 267 kkal dan standar deviasi rendah (13,933), sesuai teori
bahwa kontribusinya hanya sekitar 10% dari TEE (Gambar 3). Sementara itu,
Energy Expenditure of Physical Activity (EEPA) memiliki rata-rata 641 kkal dengan
standar deviasi cukup besar (69,15), menunjukkan bahwa aktivitas fisik
memberikan kontribusi signifikan terhadap perbedaan kebutuhan energi antar atlet.
Secara keseluruhan, Total Energy Expenditure (TEE) mencapai rata-rata 2.413 kkal
dengan rentang 2.181–2.720 kkal dan variasi tinggi (Standar Deviasi = 168,7), yang
mengindikasikan perbedaan kapasitas fisik dan tingkat aktivitas. Dengan demikian,
hasil ini menegaskan bahwa meskipun BMR tetap menjadi komponen energi
terbesar, variasi TEE terutama dipengaruhi oleh aktivitas fisik, sehingga penting
bagi pelatih untuk menyesuaikan program latihan dan kebutuhan gizi setiap atlet
secara individual.
Total Energy Expenditure (TEE)
26%
64%
10%
Basal Metabolic Rate (BMR)
Thermic Effect of Food (TEF)
Energy Expenditure of Physical Activity (EEPA)
Gambar 3. Perbandingan BMR, TEF dan EEPA
22

