Page 431 - Jurnal Penelitian MTsN 6 Jakarta
P. 431
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan kalori harian remaja atlet
futsal dapat dijelaskan melalui perhitungan BMR, TEF, dan EEPA. Selain itu,
estimasi pengeluaran energi menggunakan metode MET memberikan gambaran
lebih akurat mengenai kebutuhan energi saat aktivitas latihan dan pertandingan.
1. Perhitungan Komponen Basal Metabolic Rate (BMR)
Perhitungan BMR menjadi titik awal untuk memastikan pemain futsal remaja
mendapatkan asupan energi cukup guna menunjang performa, pemulihan, serta
pertumbuhan. Jika asupan energi lebih rendah dari kebutuhan, maka akan timbul
kelelahan, risiko cedera, dan gangguan pertumbuhan. Hasil perhitungan Basal
Metabolic Rate (BMR) dan parameter statistik dari 14 responden dapat dilihat pada
tabel 1 dan 2 dibawah ini.
Tabel 1. Perhitungan Basal Metabolic Rate (BMR)
Jenis Berat Tinggi
No. Atlet Usia BMR
Kelamin Badan Badan
1 Muhamad Harith Nasyat 14 Laki-Laki 53 160 1.465
2 Muhammad Islah Farid 14 Laki-Laki 67 170 1.668
3 Abizar Putra Listyanto 14 Laki-Laki 59 162 1.538
4 Ahmad Raihan 14 Laki-Laki 61 168 1.595
5 Narendra Dinesh Pratama 14 Laki-Laki 47 160 1.405
6 Faaza Fauzan A'ziiza 15 Laki-Laki 54 165 1.501
7 Hirzam Syabil 15 Laki-Laki 63 165 1.591
8 Icco Novan Ferdinand 15 Laki-Laki 50 165 1.461
9 Abdul Hafizh 14 Laki-Laki 50 165 1.466
10 Al Raffa Muhammad 14 Laki-Laki 55 165 1.516
11 Galuh Permata Priyadi 14 Laki-Laki 48 165 1.446
12 Muhammad Syekhan Mubarok 14 Laki-Laki 60 167 1.579
13 Muhammad Luthfi Haekal 14 Laki-Laki 65 165 1.616
14 Muhammad Jidar Jayadi 14 Laki-Laki 50 162 1.448
Hasil perhitungan menunjukkan bahwa nilai Basal Metabolic Rate (BMR)
atlet futsal remaja berada pada rentang 1.405–1.668 kkal/hari, sesuai dengan
literatur WHO/FAO/UNU (2004) yang menyebutkan BMR remaja laki-laki usia
14

