Page 471 - Jurnal Penelitian MTsN 6 Jakarta
P. 471
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Di zaman modern sekarang ini, dimana teknologi, gudget dan kesibukan
menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat terutama diperkotaan,
menjalan ibadah salat seringkali terabaikan, ibadah salat yang seharusnya
dilaksanakan tepat waktu, penuh kehusuan, menjadi ibadah yang biasa saja tidak
istimewa dan kadang tidak dikerjakan. Mereka mengerjakan salat hanya sekedar
gugur kewajiban atau rutinitas ritual semata. Tidak tertarik dengan pahala dan tidak
takut akan dosa. Keadaan ini merupakan tantang bagi umat muslim. Solat
seharusnya menjadi bagian penting dalam menjalin hubungan dengan Allah dan
dorongan bagi orang yang beriman untuk menjadikan solat dan kesabaran sebagai
cara menghadapi kesulitan, membantu menjauhkan diri dari keburukan dan
berbagai permasalahan yang dihadapi. Firman Allah SWT dalam surat Al-Baqarah
ayat 153:
ِۗ ٰ
ٰ
َّ
ٰٓ
َنْيربهصلا عم َ ه اللّ َّنِا ِةولَّصلاو رْبَّصلاب ا ْ وُنْيِعَتْسا اوُنما َنْيِذلا اهُْيَاٰي
َ ِ
ِ ِ
َ َ
َ
ِ
َ
Artinya: “Jadikanlah solat dan sabar menjadi penolongmu”
Seorang Muslim tidak dapat memisahkan dirinya dari salat, karena salat
adalah kewajiban utama yang dilaksanakan lima kali sehari semalam. Selain itu,
terdapat pula salat sunnah seperti tahajud yang dilakukan pada sepertiga malam.
Salat merupakan anugerah dan rahmat Allah kepada hamba-Nya. Melalui ibadah
ini, seorang Muslim memperoleh kemuliaan, petunjuk, dan kedekatan dengan Sang
Pencipta. Dalam rukun Islam, salat menempati posisi kedua setelah syahadat dan
disebut berulang kali dalam Al-Qur’an. Pada hakikatnya, salat adalah perjalanan
spiritual untuk memutus sejenak urusan dunia, memohon pertolongan, dan
menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah SWT.
1

