Page 476 - Jurnal Penelitian MTsN 6 Jakarta
P. 476
c) Dalam perspektif medis, gerakan menunduk sambil meluruskan punggung
juga dapat membantu memperlancar aliran darah ke tubuh bagian atas,
sekaligus menjaga elastisitas otot punggung.
3) Sujud
a) Posisi sujud adalah salah satu gerakan paling khas dalam salat yang
melibatkan dahi, tangan, lutut, dan ujung kaki menempel ke lantai.
b) Dari sisi kesehatan, sujud meningkatkan aliran darah ke otak, sehingga
memperbaiki suplai oksigen ke sel-sel saraf.
c) Hal ini berdampak positif dalam menenangkan sistem saraf, mengurangi
ketegangan psikologis, serta meningkatkan konsentrasi dan daya ingat.
d) Sujud juga melibatkan peregangan pada otot leher, punggung, serta
persendian bahu dan lutut.
4) Duduk di Antara Dua Sujud dan Tasyahud
a) Posisi duduk iftirasy maupun tawarruk berfungsi melatih fleksibilitas
sendi kaki dan pinggul.
b) Gerakan ini juga membantu memperlancar sirkulasi darah pada bagian
bawah tubuh, khususnya kaki, yang sering menjadi titik lemah aliran
darah ketika seseorang terlalu lama berdiri.
c) Secara medis, duduk dengan posisi ini dapat mencegah risiko varises
serta melatih keseimbangan otot kaki.
5) Salam (Menoleh ke Kanan dan Kiri)
a) Gerakan menoleh pada akhir salat melibatkan otot leher dan bahu.
b) Manfaatnya adalah menjaga mobilitas sendi leher, mengurangi kekakuan
otot, serta meningkatkan kewaspadaan tubuh.
Dengan demikian, salat dapat dipahami bukan hanya sebagai ibadah spiritual
yang menjadi kewajiban utama umat Islam, tetapi juga sebagai aktivitas fisik yang
memiliki implikasi fisiologis signifikan dalam mendukung kesehatan jasmani.
Integrasi aspek spiritual dan fisik ini menunjukkan bahwa syariah Islam mengandung
hikmah yang selaras dengan teori kesehatan modern, sehingga menegaskan relevansi
salat bagi kesejahteraan hidup manusia secara menyeluruh.
6

