Page 480 - Jurnal Penelitian MTsN 6 Jakarta
P. 480

3)  Sujud

                      a)  Relevansi  mental:  posisi  terendah  secara  fisik,  tetapi  tertinggi  secara
                           spiritual, memberikan perasaan dekat dengan Allah.

                      b)  Peningkatan aliran darah ke otak saat sujud diyakini dapat mengurangi

                           stres,  menenangkan  pikiran,  dan  menumbuhkan  rasa  syukur  serta
                           ketentraman.

                  4)  Duduk di Antara Dua Sujud dan Tasyahud
                      a)  Relevansi mental: memberikan jeda relaksasi, menumbuhkan kesabaran,

                           serta melatih pengendalian diri.

                      b)  Posisi  duduk  yang  stabil  membantu  mengurangi  gejala  kecemasan  dan
                           meningkatkan ketenangan emosional.

                  5)  Salam
                       a)  Relevansi  mental:  gerakan  menoleh  ke  kanan  dan  kiri  melambangkan

                           keterhubungan  sosial,  mendoakan  keselamatan  bagi  sesama,  dan
                           menumbuhkan rasa damai.

                       b)  Memberikan penutup yang menenangkan sehingga pikiran lebih rileks dan

                           hati lebih lapang.
                        Dengan demikian, rangkaian gerakan salat dapat dipahami sebagai bentuk

                  mindfulness Islami yang tidak hanya menyehatkan tubuh tetapi juga mendukung
                  kesehatan  mental.  Konsentrasi,  ketenangan,  dan  kesadaran  penuh  dalam  setiap

                  gerakan  berfungsi  sebagai  mekanisme  terapi  alami  untuk  mengatasi  stres,

                  kecemasan, maupun tekanan hidup sehari-hari.

                  b.  Kesehatan Mental dalam Perspektif Syariah Islam
                        Dalam Islam, kesehatan mental merupakan bagian integral dari kesejahteraan

                  seorang Muslim, karena kondisi jiwa (nafs) yang sehat akan memengaruhi kualitas

                  ibadah  dan  interaksi  sosial.  Syariah  Islam  menekankan  pentingnya  menjaga
                  keseimbangan jiwa agar manusia mampu menjalani hidup dengan penuh kesadaran,

                  kesabaran,  dan  ketenangan.  Hal  ini  sesuai  dengan  konsep  maqāṣid  al-syariah,

                  khususnya ḥifẓ al-aql (menjaga akal) dan ḥifẓ al-nafs (menjaga jiwa).
                  Allah SWT dalam surat Ar-Ra’d ayat 28:





                                                                                               10
   475   476   477   478   479   480   481   482   483   484   485