Page 483 - Jurnal Penelitian MTsN 6 Jakarta
P. 483
Masyarakat perkotaan dapat dipahami sebagai komunitas sosial dengan
kompleksitas tinggi yang menghadirkan peluang sekaligus tantangan, termasuk
dalam aspek kesehatan fisik, mental, dan spiritual akibat pola hidup modern yang
serba cepat dan kompetitif.
b. Kaitan Masyarakat Perkotaan terhadap Kesehatan Fisik dan Mental
Kehidupan di masyarakat perkotaan memiliki dua sisi: memberikan
kemudahan akses serta peluang ekonomi, tetapi juga menghadirkan tantangan besar
bagi kesehatan fisik dan mental.
1) Dampak terhadap Kesehatan Fisik
a) Pola hidup sedentari (kurang gerak): Banyak masyarakat kota lebih
sering bekerja di balik meja (office work) dan menggunakan
kendaraan, sehingga aktivitas fisik berkurang.
b) Pola makan tidak sehat: Mudahnya akses terhadap makanan cepat
saji (fast food) memengaruhi kesehatan tubuh, meningkatkan risiko
obesitas, diabetes, dan penyakit kardiovaskular.
c) Polusi udara dan kebisingan: Lingkungan kota yang padat kendaraan
dan industri meningkatkan risiko gangguan pernapasan dan
kelelahan fisik.
2) Dampak terhadap Kesehatan Mental
a) Stres dan tekanan hidup: Kompetisi kerja, target ekonomi, dan gaya
hidup materialistis membuat tingkat stres di kota lebih tinggi
dibanding pedesaan.
b) Kesepian di tengah keramaian: Meskipun interaksi sosial lebih
banyak, namun hubungan cenderung formal dan dangkal (hubungan
sekunder), sehingga menimbulkan rasa keterasingan.
c) Gangguan mental modern: Kota besar identik dengan meningkatnya
kasus depresi, kecemasan, dan burnout akibat tekanan pekerjaan dan
kurangnya keseimbangan hidup.
3) Kaitannya dengan Perspektif Islam
Syariah Islam mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan antara
kebutuhan duniawi dan ukhrawi. Rasulullah SAW bersabda:
13

