Page 479 - Jurnal Penelitian MTsN 6 Jakarta
P. 479

4)  Relevansi dengan Penelitian Kontemporer

                      Sejumlah penelitian modern menunjukkan bahwa:
                      a)  Aktivitas  spiritual  dan  religiusitas  (seperti  salat,  doa,  dan  meditasi)

                           membantu menurunkan stres, kecemasan, dan depresi (Koenig, 2018).

                      b)  Dukungan  sosial  dan  interaksi  positif  dalam  komunitas  berpengaruh
                           terhadap peningkatan kesehatan mental (Taylor, 2019).

                      c)  Aktivitas fisik ringan, termasuk yang menyerupai gerakan salat, terbukti
                           menurunkan hormon kortisol (hormon stres) dan meningkatkan endorfin

                           yang berhubungan dengan perasaan bahagia (Hidayat, 2019).

                        Dengan  demikian,  dalam  perspektif  ilmu  kesehatan,  kesehatan  mental
                  dipandang sebagai kondisi menyeluruh yang melibatkan keseimbangan kognitif,

                  emosional,  sosial,  dan  spiritual.  Hal  ini  memberikan  landasan  ilmiah  untuk
                  mengkaji  bagaimana  salat  sebagai  praktik  ibadah  dapat  memberikan  kontribusi

                  positif bagi kesehatan mental seorang Muslim.

                  a.  Gerakan Salat dan Relevansinya dengan Kesehatan Mental

                      Selain memberikan manfaat fisiologis, gerakan salat juga memiliki dimensi
                  psikologis yang berkaitan erat dengan kesehatan mental. Setiap posisi dalam salat

                  bukan hanya sekadar gerakan ritual, tetapi mengandung makna simbolis dan efek

                  terapeutik yang dapat menenangkan jiwa, mengurangi stres, serta menumbuhkan
                  kesadaran diri (self-awareness).

                  1)  Berdiri (Qiyām)
                      a)  Relevansi  mental:  melatih  konsentrasi  dan  fokus  penuh  kepada Allah,

                           mengurangi pikiran yang bercabang, serta menumbuhkan rasa tenang.
                      b)  Secara psikologis, berdiri tegak dengan ketundukan menghadirkan sikap

                           rendah hati dan kepasrahan yang menurunkan kecemasan.

                  2)  Rukuk
                      a)  Relevansi  mental:  gerakan  menunduk  melambangkan  kerendahan  hati,

                           mengurangi ego, serta melepaskan ketegangan emosional.

                      b)  Membantu menenangkan sistem saraf parasimpatik sehingga memberikan
                           efek relaksasi.




                                                                                                9
   474   475   476   477   478   479   480   481   482   483   484