Page 475 - Jurnal Penelitian MTsN 6 Jakarta
P. 475

bebas  dari  penyakit,  serta  memiliki  kebugaran  jasmani  yang  memadai  (WHO,

                  1948).  Aktivitas  fisik  yang  teratur  terbukti  dapat  meningkatkan  metabolisme,
                  memperkuat  sistem  imun,  menjaga  keseimbangan  hormon,  dan  memperlancar

                  peredaran darah (Guyton dan Hall 2016). Dengan demikian, gerakan tubuh yang

                  konsisten merupakan salah satu faktor penting dalam pemeliharaan kesehatan fisik.

                  a.    Gerakan Salat dan Relevansinya dengan Kesehatan Fisik
                        Dalam kajian literatur kontemporer, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa

                  gerakan salat mulai dari berdiri tegak (qiyam), rukuk, sujud, hingga duduk di antara

                  dua sujud dan tasyahud memiliki kesamaan dengan latihan olahraga ringan atau
                  mild  exercise.  Rangkaian  gerakan  tersebut  melibatkan  hampir  seluruh  anggota

                  tubuh secara seimbang, sehingga dapat membantu menjaga kelenturan otot, melatih

                  pernapasan,  memperbaiki  postur,  serta  menunjang  metabolisme  tubuh
                  (Hidayat 2019). Selain itu, konsistensi salat lima waktu setiap hari menjadikannya

                  sebagai  aktivitas  fisik  rutin  yang  berkontribusi  pada  kebugaran  jasmani  dan
                  kesehatan jangka panjang. Adapun uraian manfaat  gerakan salat bagi  kesehatan

                  fisik dapat dijelaskan sebagai berikut:
                  1)  Berdiri Tegak (Qiyam)

                      a)  Posisi  berdiri  tegak  dalam  salat  melibatkan  otot  kaki,  tulang  belakang,

                           serta keseimbangan tubuh.
                      b)  Postur  ini  membantu  menjaga  kelurusan  tulang  punggung  dan  melatih

                           distribusi berat badan yang seimbang.
                      c)  Menurut  penelitian  biomekanika,  berdiri  tegak  secara  berulang  dapat

                           memperbaiki  postur  tubuh,  mencegah  kelainan  tulang  belakang  seperti
                           kifosis dan skoliosis ringan.

                  2)  Rukuk

                      a)  Gerakan rukuk melatih fleksibilitas tulang belakang, terutama pada daerah
                           lumbar (pinggang).

                      b)  Otot punggung, paha belakang (hamstring), dan betis ikut terlatih dalam

                           posisi ini.







                                                                                                5
   470   471   472   473   474   475   476   477   478   479   480