Page 102 - USHUL FIKIH_INDONESIA_MAPK_KELAS XII_KSKK
P. 102

D.  Langkah-Langkah Melakukan Tarjih

                          Munculnya usaha tarjih ini karena adanya perlawanan diantara dalili-dalil hukum
                   yang akan dijadika hujjah atau alasan dalam menetapkan hukum. Setelah ditemukan dalil

                   yang terkuat maka dijadikan pegangan dalam mengamalkan hukum Islam. Dikalangan
                   ulama  ushul  fiqih,  langkah-langkah  pentarjihan  ini  dikenal  dengan  istilah  masalik  al-

                   tarjih  (كلاسمحيجرتلا)  langkah-langkah  pentarjihan  ini  menurut  Muhammad  Abu

                   Zahrah,  dapat  dibedakan  kepada  dua  macam  yaitu  pertama  tarjih  terhadap  dalil-dalil

                   nash yang masih berlawanan dan kedua tarjih terhadap Qiyas.

                   1.  Tarjih antara Dalil Nash
                              Tarjih terhadap dalil-dalil ini, pada dasarnya berkaitan dengan  dalalahNash

                       itu  sendiri.  Adapun  langkah-langkah  yang  ditempuh  sebagaimana  dijelaskan  oleh
                       Abdul Karim Zaidan adalah sebagai berikut:

                       a.  Jika  terjadi  perlawanan  antara  al-Nash  dan  al-Zhahir,  maka  yang  diutamakan

                          adalah al-Nash, sebab al-Nash itu dilihat dari segi dalalah-nya lebih kuat dari al-

                          Zhahir, (رهَاظلاَىلعَصنلاَحجري).

                                 Misalnya dalam al-Qur’an disebutkan QS. An-Nisaa: 24

                                             ُ


                                                                     َ
                                                                                                       ْ
                                                                           َ
                                                    َ
                                                                                 َّ
                                        َ
                                                                                       ّ
                       ََمُكِلَذَء اروَاَّمَمُكلََّل ِ حأوََۚمُكْيلَعَِ َّ لِلٱَ َ بَتِكََِۖمُكَ ُن   مْيأَ ْ تَكلمَامَلَّإَ ِء اَسِنلٱََنِمَ ُتَنصْحُملٱو َ
                                                                                                 َ
                        ْ
                                              َ ْ
                                                                 ْ َ
                                                                                  ِ
                             َ َ َ
                                                                            َ َ
                                                                                              َ ۟
                                ُ

                       ََّنُه َ روُجأَ َّنُهوُتاـَفَ َّنُهْنِمَۦ ِهبَمُتْعَتْمَتْسٱَامَفَََۚني ِ حِفَسُمَرْيَغَ َنيِن ِ صْحُْمَمُكِل   وْمأبَاوُغَتْبَتَنأ َ
                                                                                            َ ِ
                                                                          َ
                                                 ِ
                            َ
                                                             َ

                                                        ْ
                                                                                     َ
                                                                                                  ً
                                          َّ
                        َاًميِكَحَاًميِلَعََناَكََلِلٱََّنإََِۚةَضيرَفلٱَِدْعَبَ ٌۢ نِمَۦ ِهبَمُتْيض َ  رَتَاميِفَمُكْيلَعََحاَنُجَ َ لَّوََۚةَضيرَف
                                                                           َ َ
                                                      ِ
                                                                                                َ
                                                                   ِ
                                                                              َ
                                                                                                        ِ
                                               ِ
                                                                                  ْ
                                 Artinya  :  .....  Dihalalkan  bagi  kamu  menikahi  wanita  selain  yang
                          demikian.... (QS. Annisaa : 24).
                                 Maksudnya  yang  dihalalkan  itu  adalah  wanita-wanita  yang  bukan
                          mahram  yang  tersebut  dalam  ayat  sebelumnya  (23)  QS  Annisa’,  dan  wanita-
                          wanita  yang  bersuami  pada  ayat  24  dilihat  dari  segi  zahirnya  ayat,  maka
                          dalalahnya, seperti disebutkan oleh Abdul Karim Saidan adalah menikahi lebih
                          dari empat orang yang termasuk mahram akan tetapi dalalah zahir nash seperti ini
                          berlawanan dengan ayat yang lain yaitu:

                                                                   ۟
                                                                                ْ
                                                                                               َّ َ
                                         ْ
                                   َ ُ
                                                                                      ۟ ُ
                                                                                           ْ

                                                              َ
                                                         َ
                                                ّ
                         ََِۖ َ عَب ُ روَ َ ثلثوَىَنثمَِء اَسِنلٱََنِّمَمُكلَ َ باطَامَاوُحِكنٱَفَىمَتَيلٱَىِفَاوطِسقُتَلَّأَمُتْف ِ خَ ْ نإو
                                                                                                 ْ
                           َ
                                     َ   َ
                                                                 َ
                                                                              َ
                               َ
                                                                                                        ِ َ

                                                 َّ َ
                                                                                               َّ َ
                                                       َ
                                                                               َ
                                                                   َ
                                                                        َ
                                                                                        ۟ ُ
                                          ۟ ُ
                                         َ ٣ َ َ.  َ اولوُعَتَلَّأَ ىَنْدأََكِلَذََۚمُكُن   مْيأَ ْ تَكلمَا َ مَ ْ وأًَةَد ِ ح   وَفَاولِدْعَتَلَّأَمُتْف ِ خَ ْ نإَف
                                                                                                        ِ
                                                                                                 ْ
                                                                                     َ
                                                                            َ َ
                                                              ْ َ

                                 Artinya : .... maka nikahilah wanita-wanita yang kamu sukai, 2,3, dan 4.
                          .... (QS Annisa’ : 3).
                                                                           USHUL FIKIH  -  KELAS XII 93
   97   98   99   100   101   102   103   104   105   106   107