Page 14 - USHUL FIKIH_INDONESIA_MAPK_KELAS XII_KSKK
P. 14

PRAWACANA


                       Pada  bagian  ini  akan  dipelajari  tentang  aspek-aspek  yang  terdapat  dalam  hukum
               syar’i    dalam  Islam.  Hukum  syar’i    dalam  Islam  merupakan  hal  penting,  sebagai  dasar

               berlakunya agama Islam, sebagaiamana telah dicontohkan pada masa Nabi Muhamad Saw
               dan dilanjutkan oleh para khulafaurrasyidin. Dalam memberikan arti secara definitif kepada

               kata “hukum” itu terdapat perbedaan rumusan yang begitu luas. Meskipun demikian, dalam

               arti yang sederhana dapat dikatakan bahwa hukum adalah: “Seperangkatperaturan tentang
               tingkahlaku  manusia  yangditetapkan  dan  diakui  oleh  satu  negara  atau  kelompok

               masyarakat,  berlaku  dan  mengikat  untuk  seluruh  anggotanya”.  Bila  kata  hukum

               dirangkaikan dengan kata syara’ yaitu “hukumsyara’” akan berarti: “Seperangkatperaturan
               berdasarkanketentuan Allah tentang tingkahlaku manusia yang diakui dan diyakini berlaku

               serta mengikat untuk semua umat yang beragama Islam”.
                       Diantara  aspek-aspek  pembahasan  dalam  hukum  syar’i    adalah  kajian  tentang  Al-

               Hakim (pembuat hukum), Al-Hukmu (hukum), Al-Mahkum Fih atau Al-Mahkum Bih (objek
               hukum), Al-Mahkum 'Alaih (Subjek Hukum).




               MATERI PEMBELAJARAN


               A.  Aspek-Aspek dalam Hukum Syar’i
                          Hukum  syara’  (عرشلاَ مكح)  atau  al-hukmu  al-Syar’I  (يعرشلاَ مكحلا)  adalah


                   kata majemuk yang tersusun dari kata “hukum” dan kata “syara'”. Kata hukum berasal

                   dari  Bahasa  Arab  “hukum”  (مكحلا)  yang  secara  etimologi  berarti  “memutuskan,

                   “menetapkan”, dan menyelesaikan”. Kata “hukum” dan kata lain yang berakar kepada
                   kata itu terdapat dalam 88 tempat pada ayat Al-Qur’an; tersebar dalam beberapa surat

                   yang  mengandung  arti  tersebut.  Kata  hukum  itu  sudah  menjadi  bahasa  baku  dalam

                   bahasa  Indonesia.Selain  pembahasan  terkait  dengan  macam-macam  hukum  syar’i  ,
                   terdapat  juga kajian  dan pembahasan tentang tentang  Al-Hakim  (pembuat hukum),  Al-

                   Hukmu  (hukum),  Al-Mahkum  Fih  atau  Al-Mahkum  Bih  (objek  hukum),  Al-Mahkum
                   'Alaih (Subjek Hukum).

               B.  Al-Hakim (Pembuat Hukum)

                          Kata  “hakim”  yang  berasal  dari  Bahasa  Arab  telah  menjadi  bahasa  Indonesia,
                   yang maknanya sama dengan salah satu dari makna etimologinya dalam  Bahasa Arab,


                                                                             USHUL FIKIH  -  KELAS XII 5
   9   10   11   12   13   14   15   16   17   18   19