Page 100 - E-Book Pengelolaan Pendidikan dan Kepemimpinan
P. 100
pendidikan yang bermutu, membentuk SDM yang handal, produktif, kreatif
dan berprestasi.
Republik Indonesia mempunyai satu lembaga yang mengurus pendidik
dan tenaga kependidikan, yakni Direktorat Tenaga Pendidik di bawah Dirjen
Peningkatan Mutu Pendidik dan Kependidikan (PMPTK) yang memiliki
wewenang untuk mengatur, mengelola tenaga pendidik dan kependidikan.
Berdasarkan (Permendiknas No 8 Tahun 2005) tugas Ditjen PMPTK
Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan
(Ditjen PMPTK) mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan
kebijakan standarisasi teknis di bidang peningkatan mutu pendidik dan
tenaga kependidikan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar,
pendidikan menengah dan pendidikan non formal.
Fungsi Ditjen PMPTK
a) Penyiapan perumusan kebijakan departemen di bidang
peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan
b) Pelaksanaan kebijakan di bidang peningkatan mutu pendidik dan
tenaga kependidikan
c) Penyusunan standar, norma, pedoman, kriteria dan prosedur di
bidang peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan
d) Pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang peningkatan mutu
pendidik dan tenaga kependidikan
e) Pelaksanaan urusan administrasi Direktorat Jendera
Penjabaran tugas dan fungsi dari Dirjen PMPTK ini merupakan tujuan
yang ingin dicapai dalam manajemen tenaga pendidik dan kependidikan.
Aas Syaefudin dalam Manajemen Pendidikan Tim Dosen UPI menyebutkan
bahwa tujuan pengelolaan tenaga pendidik dan kependidikan adalah agar
mereka memiliki kemampuan, motivasi dan kreativitas untuk :
a) Mewujudkan system sekolah yang mampu mengatasi kelemahan-
kelemahannya sendiri
b) Secara berkesinambungan menyesuaikan program pendidikan
sekolah terhadap kebutuhan kehidupan (belajar) peserta didik dan
persaingan terhadap kehidupan masyarakat secara sehat dan dinamis
c) Menyediakan bentuk kepemimpinan (khususnya menyiapkan kader
pemimpin pendidikan yang handal dan dapat menjadi teladan)
yang mampu mewujudkan human organization yang
pengertiaannya lebih dari human relationship pada setiap jenjang
manajemen organisasi pendidikan nasional.
94

