Page 103 - E-Book Pengelolaan Pendidikan dan Kepemimpinan
P. 103
dari perencanaan, perekrutan, penempatan, pembinaan atau
pengembangan, penilaian hingga pemberhentian itu sendiri.
E AKTIVITAS PENGELOLAAN TENAGA KEPENDIDIKAN DI SLTA/SMA
DAN SEDERAJAT
Manajemen pendidik dan tenaga kependidikan atau sering
disebutmanajemen ketenagaan sekolah dapat didefinisikan sebagai
aktivitasperencanaan, pengorganisasian, pemotivasian, pengendalian, dan
penilaianpegawai di dalam sebuah organisasi pendidikan yang disebut
sekolah. Dalampraktiknya, manajemen personalia mengelola pegawai
sekolah sejakperencanaan dan penerimaan pegawai sampai pemberhentian
pegawai.
Piet A. Sehartian (1994: 139-140), menegaskan proses
kegiatanpengelolaan ketenagaan atau personalia adalah:
1. Pencatatan atau pendaftaran ketenagaan (inventarisasi ketenagaan)
2. Penentuan kebijaksanaan dan perencanaan ketenagaan (personnel
policy Dan personel planning)
3. Pengadaan ketenagaan (dari Recrument sampai pada placement)
4. Pengembangan ketenagaan (personnel development, termasuk
promotion)
5. Pemeliharaan ketenagaan (termasuk salary, walfare, dan incentive
lainnya)
6. Penilaian ketenagaan (personnel appraisal, personnel evaluating)
7. Pemusatan hubungan kerja (discharge and retritment)
Pelaksanaan manajemen pendidik dan tenaga kependidikan sekolah
(SDMkependidikan sekolah) di Indonesia sedikitnya mencangkup (1)
perencanaantenaga kependidikan; (2) pengadaan pegawai tenaga
kependidikan; (3)pembinaan dan pengembangan tenaga kependidikan; (4)
promosi dan mutasi;(5) pemberhentian pendidik dan tenaga kependidikan;
(6) kompensasi danpenilaian tenaga kependidikan. Semua itu perlu
dilakukan dengan baik danbenar agar apa yang diharapkan tercapai, yakni
tersedianya tenaga-tenagakependidikan yang diperlukan dengan kualifikasi
dan kemampuan yang sesuaiserta dapat melaksanakan pekerjaan dengan
baik dan benar.
97

