Page 101 - E-Book Pengelolaan Pendidikan dan Kepemimpinan
P. 101

Dari   uraian-uraian  tersebut,  maka  tujuan   manajemen  tenaga pendidik
                        dan    kependidikan    secara    umum    adalah    (Tim    Dosen  Administrasi
                        Pendidikan. 2010: 232):


                           a)  Memungkinkan    organisasi    mendapatkan    dan    mempertahankan
                               tenaga  kerja  yang  cakap,  dapat  dipercaya    dan    memiliki  motivasi
                               tinggi.
                           b)  Meningkatkan    dan    memperbaiki    kapasitas    yang    dimiliki    oleh
                               karyawan.
                           c)  Mengembangkan  system  kerja  dengan  kinerja  tinggi  yang  meliputi
                               prosedur perekrutan, dan  seleksi  yang  ketat, system kompensasi dan
                               insensif    yang    disesuaikan    dengan    kinerja,    pengembangan
                               manajemen    serta    aktivitas    pelatihan    yang    terkait    dengan
                               kebutuhan organisasi dan individu.
                           d)  Mengembangkan  praktik  manajemen  dengan  komitmen  tinggi yang
                               menyadari  bahwa  tenaga  pendidik  dan  kependidikan merupakan
                               stakeholder internal yang berharga serta membantu mengembangkan
                               iklim kerjasama dan kepercayaan bersamae.  Menciptakan iklim kerja
                               yang harmoni



                     C T        TANTANGAN PENGELOLAAN TENAGA KEPENDIDIKAN


                               Gambaran  tentang  berbagai  tantangan  yang  dihadapi  dalam
                        pengelolaan tenaga kependidikan antara lain adalah:
                    1)  Profesi  dalam  bidang  kependidikan  (selain  guru)  masih  belum  luas
                        dikenaloleh  masyarakat  (seperti  laboran,  pustakawan)  sehingga  kurang
                        mendukungterhadap  pengembangan  profesi,  karena  salah  satu  ukuran
                        profesi  adalahpengakuan  dari  masyarakat  tentang  eksistensi  profesi
                        tersebut.
                     2) Adanya  perilaku  tenaga  kependidikan  yang  kurang  menguntungkan,
                        seperti:perilaku yang paternalistik yang terjadi karena keengganan bawahan
                        untukberpendapat  atau  karena  dominasi  atasan  terhadap  bawahan  itu
                        teramat  kuat,kepatuhan  semu,  kekurang  mandirian  dalam  bekerja;
                        konsensus yangmenekankan pada perilaku penggarapan secara informal dan
                        forumformal/resmi  hanya  mengukuhkannya  dan  adanya  perilaku  evasif
                        yaknitidak satunya kata dengan perbuatan.
                     3) Perilaku  tenaga  kependidikan  yang  cenderung  primordialisme,  yaitu
                        engganmeninggalkan  tempat  asalnya,  sehingga  pemerataan  tenaga  ahli  di
                        bidangkependidikan  sangat  sulit  dilaksanakan.  Hal  ini  juga  ditandai

                                                               95
   96   97   98   99   100   101   102   103   104   105   106