Page 104 - E-Book Pengelolaan Pendidikan dan Kepemimpinan
P. 104
Pendidik dan tenaga kependidikan sekolah, secara organisasional,
dapatdibedakan menjadi dua macam, yaitu (1) pegawai fungsional, yaitu
guru dan(2) pegawai administrasi, yaitu staf.
Samsul Hady (2008:46) menyatakan bahwa, manajemen pendidik
dantenaga kependidikan mencangkup: (1) perencanaan pendidik dan
tenagakependidikan sekolah; (2) pengadaan pendidik dan tenaga
kependidikansekolah; (3) pembinaan dan pengembangan pendidik dan
tenaga kependidikansekolah; (4) promosi dan mutasi pendidik dan tenaga
kependidikan sekolah; (5)pemberhentian pendidik dan tenaga kependidikan
sekolah ; (6) kompensasipendidik dan tenaga kependidikan sekolah; (7)
penilaian pegawai pendidik dantenaga kependidikan sekolah.
Semua itu perlu dilakukan dengan baik dan benar agar tujuan
yangdiharapkan tercapai, yaitu tersedianya tenaga-tenaga kependidikan
yangdiperlukan dengan kualifikasi dan kemampuan yang sesuai serta
dapatmelaksanakan pekerjaan dengan efektif dan efisien. Adapun ketujuh
komponenpengelolaan pendidik dan tenaga kependidikan adalah sebagai
berikut.
1. Perencanaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Perencanaan manajemen tenaga pendidik dan kependidikan
adalahpengembangan dan strategi dan penyusunan tenaga pendidik dan
kependidikan (Sumber Daya Manusia/SDM) yang komprehensif guna
memenuhi kebutuhanorganisasi di masa depan.Perencanaan pendidik dan
tenaga kependidikan sekolah dilakukan olehpara pejabat yang berwenang,
sedangkan perencanaan pegawai sekolah dapatdilakukan oleh kepala
sekolah, kepala Kandepag, atau kakanwil Depag. Bagisekolah negeri,
keterlibatan para penjabat yang membawahi sekolah sangatpenting, bahkan
tidak terlelakan. Hal ini dikarenakan sekolah negeri sangatbergantung pada
pejabat pemerintah yang membahawinya, dan karena itu pulakerumitan
persoalan perencanaan pegawai relatif dapat dihindari. Sebagiansekolah
hanya menunggu jatah pegawai dari Departemen Pendidikan Nasional,yang
diperbantukan disekolah/madrasah, sementara yang lain lebih
progresifdengan melakukan sebagai terobosan dan lobi untuk memperoleh
pegawaidengan kuantitas tertentu yang diinginkan.Perencanaan SDM
merupakan awal dari pelakasanaan fungsi manajemenSDM. Dengan
melakukan perencanaan ini, segala fungsi SDM dapatdilaksankan dengan
efektif dan efisien.
98

