Page 106 - E-Book Pengelolaan Pendidikan dan Kepemimpinan
P. 106
Pembinaan atau pengembangan tenaga kependidikan merupakan
usahamendayagunakan, memajukan dan meningkatkan produktivitas kerja
setiaptenaga kependidikan yang ada diseluruh tingkatan manajemen
organisasi dan jenjang pendidikan (sekolah). Tujuan dari kegiatan
pembinaan ini adalahtumbuhnya kemampuan setiap tenaga kependidikan
yang meliputipertumbuhan keilmuannya, wawasan berpikirnya, sikap
terhadap pekerjaannyadan keterampilan dalam pelaksanaan tugasnya
sehari-hari sehinggaproduktivitas kerja dapat ditingkatkan.
4. Promosi dan Mutasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Promosi adalah pemindahan pegawai dari suatu pekerjaan
kepekerjaan lainyang tanggung jawabnya lebih tinggi dan penghasilanya pun
lebih besar.Organisasi pada umumnya menggunakan kriteria untama
dalammempertimbangkan seseorang untuk dipromosikan, yaitu prestasi
kerja dan senioritas. Penggabungan dua kriteria tersebut merupakan langkah
yang palingtepat.Adapun mutasi merupakan kegiatan manajemen tenaga
kependidikan yangberhubungan dengan suatu proses pembinaan fungsi,
tanggung jawab, danstatus ketenagakerjaan dari tenaga kependidikan yang
bersangkutanmemperoleh kepuasan kerja yang mendalam, dan pemberian
prestasi kerjayang semaksimal mugkin pada suatu lembaga pendidikan.
5. Pemberhentian Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Pemberhentian tenaga kependidikan merupakan proses yang
membuatseseorang tenaga kependidikan tidak dapat lagi melaksanakan
tugas pekerjaanatau fungsi jabatannya baik untuk sementara waktu maupun
untuk selama-lamanya. Banyak alasan yang menyebabkan seorang tenaga
kependidikanberhenti dari pekerjaannya (putus hubungan kerja), yaitu:
a. Karena permintaan sendiri untuk berhenti
b. Karena mencapai batas usia pensiun menurut ketentuan yang berlaku
(bagipegawai negeri)
c. Karena adanya penyederhanaan organisasi yang menyebabkan
adanyapenyederhanaan tugas di satu pihak sedang di pihak lain diperoleh
kelebihantenaga kerja.
d. Karena yang bersangkutan melakukan penyelewengan atau tindakan
pidana,misalnya melanggar peraturan yang berlaku seperti melanggar
sumpah jabatan, melanggar peraturan disiplin, korupsi dan sebagainya.
e. Karena yang bersangkutan tidak cukup cakap jasmani atau rohani,
seperticacat karena suatu hal yang menyebabkan tidak mampu lagi
100

