Page 224 - E-Book Pengelolaan Pendidikan dan Kepemimpinan
P. 224

Dalam strategi meminta bantuan pihak ketiga, artinya bahwa tidak jarang
                         suatu  konflik  tidak  dapat  dipecahkan  oleh  pihak-pihak  yang  terlibat  dalam
                         konflik  itu.  Dalam  kondisi  ini,  bantuan  dari  pihak  ketiga  sangat  diharapkan.
                         Bila  terjadi  konflik  dalam  suatu  kelompok,  bantuan  pimpinan  kelompok  itu
                         sangat diharapkan.
                         5)  Mensubordinasikan kepentingan
                              Dalam  strategi  subordinasi  kepentingan  dan  tujuan  pihak-pihak  yang
                         sedang  konflik  kepada  kepentingan  dan  tujuan  yang  lebih  tinggi  ini,  usaha
                         pananggulangan  konflik  dilakukan  dengan  menemukan  kepentingan  dan

                         tujuan yang lebih tinggi dari kepentingan dan tujuan pihak-pihak yang sedang
                         bertikai.  Strategi  akan  berhasil  atau  tidak  sangat  tergantung  kepada
                         kemampuan semua pihak dalam berkomunikasi.

                         6)  Peningkatan interaksi dan komunikasi
                              Dalam strategi meningkatkan interaksi dan komunikasi, yaitu bila pihak-
                         pihak  yang  berkonflik  itu  dapat  meningkatkan  interaksi  dan  komunikasi
                         mereka. Penggunaan strategi ini tidak selalu berhasil, karena pihak-pihak yang
                         bertikai  terlihat  dalam  konflik  yang  bersifat  fundemental,  maka  interaksi
                         tersebut justru dapat lebih mempe runcingkeadaan.
                     7)  Latihan kepekaan (sensitivity training)
                              Dalam strategi latihan kepekaan, biasanya digunakan untuk menanggapi
                         konflik  yang  terjadi  dalam  suatu  kelompok  atau  antar  kelompok.  Dalam
                         strategi  ni,  pihak-pihak  yang  telibat  konflik  dia-  jak  masuk  dalam  suatu
                         kelompok,  dan  dalam  kelompok  ini,  masing- msing  pihak  diberi  kesempatan
                         menyatakan pendapatnya.

                     8)  Koordinasi.
                              Dalam  strategi  koordinasi;  yaitu  merupakan  suatu  strategi  penanganan
                         konflik, baik konflik antar anggota dalam kelompok, antar- kelompok, maupun
                         antar-organisasi.  Dalam  pandangan  perilaku  organisasi,  koordinasi  bukan
                         hanya  merupakan  penentuan  dan  pelaksanaan  aturan  main  yang  sudah
                         ditetapkan  secara  formal,  tetapi  juga  merupakan  sesuatu  yang  dapat
                         menimbulkan konflik, dan juga dapat digunakan untuk menangani konflik.
                             Kesimpulannya, ada beberapa hal yang dapat menjadi pemicu konflik, dan
                         upaya  pemecahannya  dapat  dilakukan  dengan  cara mencari  akar  penyebab
                         konflik. Dan akar inilah yang diselesaikan. Pemimpin dapat memanggil pihak
                         yang terlibat konflik, dan menekankan bahwa  semuanya memiliki tujuan yang
                         sama,  dan  semuanya  diajak  bekerja  sama,  serta  melupakan  pertikaian;
                         menganggapnya sebagai hal yang biasa, atau dengan cara mengkompromikan
                         perma salahannya.







                                                                   218
   219   220   221   222   223   224   225   226   227   228   229