Page 220 - E-Book Pengelolaan Pendidikan dan Kepemimpinan
P. 220

sebelumnya untuk memuaskan kedua kebutuhan itu se- cara penuh.
                       2)  Ia dapat mengubah pikirannya mengenai salah satu dari kebutuhankebutuhan
                           itu sehingga ia tidak lagi berminat kepada kebutuhan tersebut.
                       3)  Ia  dapat  mengatur  kembali  persepsinya  terhadap  dunia,  dengan salah  satu
                           dari sekian banyak cara lain dengan maksud agar menempatkan konflik itu di
                           dalam perspektif yang baru dan kurang berarti.
                               Sudah  dikemukakan  bahwa  tidak  semua  bentuk  dan  sifat  konflik

                           menimbulkan  kerugian  bagi  perseorangan,  kelompok,  ataupun  organisasi.
                           Pada  tingakat  tertentu,  Konflik  dapat  bemanfaat  bagi  perseorangan,
                           kelompok,  ataupun  organisasi.  Oleh  karena  itu,  un  tuk  mengatur  agar
                           konflik  ini  menguntungkan  bagi  semuanya,  maka  perlu  ada  “Manajemen
                           Konflik”, yaitu, usaha seorang manajer atau pemimpin  untuk  meningkatkan
                           produktivitas.
                               Harahap  memberikan  beberapa  langkah  yang  harus  dilakukan  untuk
                           mengatur konflik ini agar dapat menguntungkan, yaitu sebagai berikut:
                         1)  Mendorong Konflik; dengan melakukan upaya sebagai beri- kut:
                             (a) Mendorong  munculnya  persaingan  sehat  antara  kelompok
                                 maupun individu
                             (b) Mengubah prosedur yang menghalangi konflik
                             (c) Mengajak orang luar untuk mengubah situasi lama dan memicu
                                 konflik
                         2)  Mencegah atau Mengurangi Konflik; dengan melakukan hal- hal berikut:
                             (a) Mengubah  sumber  daya  yang  kurang  sebagai  penyebab munculnya
                                 konflik
                             (b) Mengatur intedependensi secara lebih baik
                             (c) Menyusun tujuan umum yang menyeluruh

                             (d) Mengembangkan hubungan antar pribadi yang lebih akrab
                         3)  Menyelesaikan Konflik yang Sudah Terjadi; dengan metode :
                             (a) Avoidance;  yaitu  menghindari  atau  melupakan  konflik  dan
                                 menganggap bahwa koflik itu tidak ada
                             (b) Smoothing; yaitu pemimpin megakui adanya  konflik, tetapi dianggap
                                 sebagai hal yang biasa, tidak perlu menjadi perhatian.
                             (c) Compromise;  yaitu  dengan  mencari  titik  persamaan  (kompromi)
                                 antara pihak-pihak yang terlibat konflik
                             (d) Confrontation; yaitu konflik disampaikan  secara terbuka,  dan secara
                                 bersama-sama, semua  pihak memecahkannya.









                                                                   214
   215   216   217   218   219   220   221   222   223   224   225