Page 217 - E-Book Pengelolaan Pendidikan dan Kepemimpinan
P. 217
disiplin untuk mencegah beberapa perilaku yang tidak diharapkan
merupakan suatu usaha untuk memasukkan suatu konflik ke dalam dunia
persepsi orang lain. Misalnya seseorang yang tadinya mempunyai satu
kebutuhan untuk memperoleh apa yang diinginkannya, maka sekarang ia
mempunyai kebutuhan yang kedua yang mengandung konflik, yaitu
mengindari hukuman untuk memperoleh apa yang diinginkannya dan
sangat diperlukannya sekarang. Pengendalian melalui konflik ini tidak dapat
digolongkan begitu saja sebagai baik dan buruk. Sebagian besar tindakan
semacam ini tidak memasukkan konflik-konflik yang berbahaya karena
tidak menciptakan situasi yang melibatkan perasaan bersalah atau
mengancam perasaan harga diri. Konflik-konflik ini kebanyakan berasal dari
luar (eksternal) terhadap kepribadian. Tetapi apabila seseorang mengang- gap
bahwa peraturan merupakan suatu tantangan bagi kebebasan mereka, maka
reaksinya mungkin menjadi kuat.
4) Konflik antar kelompok dengan kelompok
Konflik antar kelompok terjadi karena masing-masing kelom- pok ingin
mengejar kepentingan atau tujuan kelompoknya masing- masing. Di antara
departemen yang berbeda juga menimbulkan masalah. Dalam skala yang kecil,
konflik seperti ini tampak seperti pertentangan antar kelompok-kelompok
remaja. Masing-masing kel- ompok berusaha merusak yang lain, memperoleh
kuasa, dan mem- perbaiki citranya.
Konflik timbul dari hal-hal seperti perbedaan pandangan loyali- tas
kelompok, dan persaingan memperebutkan sumber daya. Dalam organisasi
manapun sumber daya yang tersedia terbatas. Hampir semua kelompok merasa
bahawa mereka memerlukan lebih banyak daripada yang dapat mereka peroleh,
jadi ada benih konflik antar kelompok apabila sumber daya yang tersedia
terbatas.
5) Konflik antar kelompok dengan organisasi
Konflik antar kelompok dengan organisasi (konflik intra organ- isasi) meliputi
empat sub jenis, yaitu:
(a) Konflik vertikal, terjadi antara manajer dengan bawahan yang tdiak
sependapat tetang cara terbaik untuk menyelesaikan satu tugas.
(b) Konflik horizontal, terjadi antara karyawan atau departemen yang
memiliki hirakhi yang sama dengan organisasi.
(c) Konflik lini-staff, terjadi karena adanya perbedaan persepsi tentang
keterlibatan staff (staff ahli) dalam proses pengambilan keputusan
oleh manajer inti
211

