Page 214 - E-Book Pengelolaan Pendidikan dan Kepemimpinan
P. 214

Pandangan ini menganggap bahwa konflik adalah sesuatu yang lumrah dan
                         terjadi  secara  alami  dalam  setiap  kelompok  dan  organ-  isasi.  Karena
                         keberadaan dari konflik dalam organisasi tidak dapat  dihindari, maka aliran
                         hubungan manusiawi mendukung dan men- erima dari konflik tersebut, dan
                         menyadari adanya konflik tersebut bermanfaat bagi prestasi suatu kelompok .

                       3)  Pandangan Interaksionis

                           Pandangan ini menyatakan bahwa konflik memang tidak mungkin dihindarkan
                           dan  justru  perlu  terjadi.  Dari  satu  sisi,  memang  konflik  menghambat
                           pencapaian  tujuan  organisasi,  tetapi  di  sisi  lain,  konflik  bermanfaat  bagi
                           organisasi.
                               Pandangan  interaksionis  ini  mendorong  konflik  pada  keadaan  yang
                           “harmonis”    artinya   mendorong      pimpinan     organisasi    untuk  selalu
                           mempertahankan  tingkat  konflik  yang  optimal  agar  mampu  menimbulkan
                           semangat dan kreativitas kelompok. Sebagai kon- sekuensinya, maka manajer
                           atau pemimpin organisasi bertugas un- tuk menemukan, mengendalikan, dan
                           memecahkan  konflik  yang  terjadi  Dalam  hal  ini,  tugas  manajer  lebih
                           ditekankan pada pengelola konflik, artinya mengoptimalkan hasil dengan cara
                           memaksimalkan
                           aspek-aspek yang mendorong (mendukung) tercapainya tujuan (kerja sama)
                           organisasi  dan  meminimalkan  aspek-aspek  yang  mengham- bat  kerja  sama
                           dengan organisasi.























                                                                   208
   209   210   211   212   213   214   215   216   217   218   219