Page 213 - E-Book Pengelolaan Pendidikan dan Kepemimpinan
P. 213
Company. h. 335. lah konflik. Apabila ada dua motif yang bertentangan, dan
pemuasan yang satu akan mengakibatkan halangan bagi yang lain, dan keban-
yakan konflik melibatkan tujuan yang secara serentak bersifat negatif dan positif.
Konflik adalah dua motif yang bertentangan yang terjadi pada individu
maupun antar kelompok. Apabila ada dua motif yang saling bertentangan, maka
kepuasan motif yang satu akan menimbulkan frustasi motif yang lain. Konflik
merupakan jenis khusus interak- si antar kelompok, di mana kelompok merasa
bahwa usaha mereka untuk menyelesaikan tujuan mereka dihalangi oleh
kelompok lain, sehingga tidak muncul kreativitas. Dengan kata lain, konflik mung-
kin meliputi tindakan permusuhan dengan beberapa aturan atau prosedur
penentuan interaksi.
Secara sederhana, konflik dapat diartikan sebagai adanya dua keinginan yang
berbeda atau lebih di dalam situasi atau waktu yang sama. Dengan kata lain, bahwa
pada prinsipnya, konflik adalah suatu perbedaan kepentingan sedemikian rupa yang
menimbulkan perten- tangan diantaranya. Konflik secara khusus meliputi situasi
pilihan atau membuat keputusan dalam hal kebutuhan, tujuan, dan metode. Karena
dalam pencapaian terdapat ketidakpastian, maka timbullah konflik.
Secara lebih terperinci, terdapat tiga pandangan mengenai konf lik dalam
organisasi yaitu pandangan tradisional, behavioral (perilaku), dan
interaksionis ..
1. Pandangan Tradisional
Pandangan ini menyatakan bahwa konflik itu tidak perlu dan berba- haya,
karena konflik meruapakan sesuatu yang jelek (negatif). Den- gan demikian,
apabial timbul konflik, harus segera diatasi. Disisi lain dikatakan bahwa apabila
timbul konflik berarti gagal melaksakan 2 Julitriarsa, Djati, (1992).
Manajemen Umum, Sebuah Pengantar. Yo- gyakarta: BPFE, h.85-86. tugas
dalam menerapkan asas-asas manajemen.
Pandangan ini menganggap bahwa semua konflik adalah ber- bahaya dan
oleh karenanya harus dihindari. Konflik dilihat sebagi hasil yang disfungsional
sebagai akibat dari buruknya komunikasi, kurangnya keterbukaan dan
kepercayaan diantara anggota organisa- si, dan kegagalan menajer untuk
memberikan respon atas kebutuhan dan aspirasi dari para pekerja.
2. Pandangan Behavior (Perilaku)
Pandangan ini menyatakan bahwa konflik itu tidak baik apabila sungguh-
sungguh timbul, tetapi apabila terjadi konflik, bisa diterima agar bisa
mengetahui masalah-masalah organisasi. Dengan mengeta- hui masalah ini,
maka terdorong untuk mencari jalan pemecahan.
207

