Page 222 - E-Book Pengelolaan Pendidikan dan Kepemimpinan
P. 222

Strategi pengembosan ini mencoba untuk mengurangi tingkat emosional dan
                         kemarahan  dari  konflik  pihak-pihak  yang  sedang  mengalami  konflik.  Ada  tiga
                         strategi pengembosan yang dapat dilakukan, yaitu:
                         a)  Pelunakan, dengan cara menonjolkan kesamaan-kesamaan dan kepentingan
                             bersama diantara kelompok-kelompok yang sedang mengalami konflik. Dan
                             sebaliknya memperkecil perbedaan perbedaan di antara mereka.
                         b)  Kompromi,  artinya  kompromi  di  antara  kelompok  mengalami  konflik  ini
                             mengakibatkan  tawar-menawar  atas  masalah  pe-  nyebab  konflik,  dan
                             masing-masing pihak dibutuhkan adanya fleksibilitas. Jadi, jika kedua belah
                             pihak  tidak  fleksibel,  tidak  mau  memberikan  konsesi  dan  perundingan
                             mengalami jalan buntu, maka konflik akan berlanjut.
                         c)  Mengidentifikasi  musuh  bersama,  artinya  jika  dua  kelompok  mengalami
                             konflik   menghadapi      musuh     bersama,    maka      mer-  eka     sering
                             mengembangkan kepaduan di antara mereka untuk memperkuat posisinya
                             dalam mengahadapi musuh bersama tersebut.
                         4)  Strategi Resolusi

                         Strategi resolusi ini merupakan cara yang paling efektif untuk me- nanggulangi
                         konflik  yang  terjadi,  dilakukan  dengan  mengiden-  tidakasi  dan  memecahkan
                         sumber  yang  menyebabkan  timbulnya  konflik  Ada  empat  macam  strategi
                         resolusi, yaitu:
                        a)  Interaksi antar kelompok; karena salah satu sebab timbulnya konf
                            lik  adalah  menurunnya  komunikasi  dan  interaksi  diantara  kelompok  yang
                            sedang mengalami konflik, maka upaya menurunkan konflik yang terjadi dapat
                            dilakukan dengan meningkat- kan interaksi dan kontok antar kelompok.
                        b)  Menetapkan tujuan yang lebih tinggi; dengan ini diharapkan dapat menjadi
                            motivasi  yang  kuat  bagi  kelompok  untuk  mengatasi perbedaan  di  antara
                            mereka dan meningkatkan kerja sama.
                        c)  Pemecahan  masalah;  artinya,  penyelesaian  masalah  secara  bersa-  ma
                            merupakan  strategi  resolusi  yang  efektif  jika  kelompok  yang  sedang
                            mengalami  konflik  memusatkan  perhatiannya  pada  per- masalahan  yang
                            menjadi  sumber  konflik,  bukan  mencari  siapa  yang  salah  dan  siapa  yang
                            benar.
                        d)  Mengubah  struktur;  hal  ini  terjadi  karena  konflik  sering  timbul  karena
                            struktur  organisasi.  Pengubahan  struktur  organisasi  ini  dengan  lebih

                            menekankan pada efektifitas kelompok. Kelom pok diberi penghargaan dan
                            imbalan  atas  dasar  kontribusinya  terhadap  efektivitas  kelompok  yang  lain
                            serta tujuan organisasi secara keseluruhan.
                                Dengan  demikian,  tidak  semua  bentuk  dan  sifat  konflik  menimbulkan
                            kerugian  bagi  perseorangan,  kelompok  ataupun  organisasi.  Bentuk-bentuk






                                                                   216
   217   218   219   220   221   222   223   224   225   226   227