Page 223 - E-Book Pengelolaan Pendidikan dan Kepemimpinan
P. 223
konflik tergantung pada tingkat kematangan pihak yang terlibat pada konflik.
Secara garis besar dapat dikemukakan be- berapa strategi
penanggulangannya yaitu:
1. pemecahan persoalan
2. perundingan atau musyawarah
3. mencari lawan yang sempurna
4. meminta bantuan pihak ketiga
5. mensubordinasikan kepentingan
6. peningkatan interaksi dan komunikasi
7. latihan kepekaan (sensitivity training)
8. koordinasi.
Kedelapan strategi penanggulangan konflik ini dapat diuraikan
sebagai berikut:
1) Pemecahan persoalan
Dalam strategi pemecahan persoalan, diambil asumsi dasar bahwa semua
pihak mempunyai keinginan mengulangi konflik yang terjadi dan karenanya
perlu diceritakan ukuran-ukuran yang dapat me- muaskan pihak-pihak yang
telibat dalam konflik. Atas dasar asumsi tersebut maka dalam strategi
pemecahan persoalan harus melalui dua tahap, yaitu proses yang penemuan
gagasan dan proses pema- tangan.
Karena maksud pemecahan dan persoalan ialah untuk memba- has
berbagai macam kemungkinan, maka justru perlu menciptakan kemungkinan
berbeda pendapat, bukan menghilangkannya.
2) Perundingan atau musyawarah
Dalam strategi musyawarah ini, terlebih dahulu harus ditentukan secara
jelas apa yang sebenarnya yang menjadi persoalan. Bedasarkan jelasnya
persoalan itulah yang kemudian kedua belah pihak yang se- dang dalam
pertikaian mengadakan pembahasan untuk mendapat- kan titik pertemuan.
Pada waktu perundingan atau musyawarah tersebut dilakukan, dapat pula
dikembangkan suatu konsensus bahwa setelah menjadi kesepakatan, masing-
masing pihak harus berusaha mencegah timbulnya konflik lagi.
3) Mencari lawan yang sempurna
Dalam strategi mencari lawan yang sama ini, pada prinsipmya sama
dengan yang ketiga di atas. Perbedaannya adalah bahwa strategi ini semua
diajak untuk lebih bersatu, karena harus menghadapi pihak yang ketiga
sebagai pihak yang dianggap merupakan lawan dari kedua belah pihak yang
bertikai.
4) Meminta bantuan pihak ketiga
217

