Page 221 - E-Book Pengelolaan Pendidikan dan Kepemimpinan
P. 221
F MENGELOLA KONFLIK ANTAR KELOMPOK
Konflik akan terjadi sejalan meningkatnya kompleksitas organisasi. Oleh
karena itu, manajer atau pimpinan organisasi harus mampu untuk
mengendalikan konflik yang disfungsional yang terjadi da- lam organisasi,
karena konflik yang seperti itu dapat menurunkan prestasi organisasi.
Kemapuan untuk mengendalikan konflik yang terjadi dalam organisasi
membutuhkan keterampilan manajerial tertentu. Ada empat strategi yang
dapat digunakan untuk mengurangi konflik yang terjadi dalam organisasi, yaitu
strategi penghindaran, strategi interverensi kekuasaan, strategi
penggembosan, dan strategi resolusi.
1) Strategi Penginderaan
Strategi penginderaan pada umumnya tidak mempertimbangkan
sumber-sumber konflik, tetapi membiarkan Konflik tetap ada dalam
kondisi yang terkendali. Strategi ini dapat dilakukan dengan dua cara,
yaitu:
a) Mengabaikan konflik; jika konflik yang terjadi tidak begitu berat
dan tidak berbahaya, maka manajer/pimpinan biasanya meng-
abaikan dan menganggap seakan-akan konflik itu tidak ada.
b) Pemisahan secara fisik; artinya, jika dua kelompok yang terlibat
konflik secara fisik dipisahkan maka pemusuhan dan agresi se-
cara terbuka dapat dikurangi.
2) Strategi Intervensi Kekuasaan
Ketika kelompok-kelompok yang sedang mengalami konflik tidak
mampu menyelesaikan konflik yang terjadi di antara mereka, bebe-
rapa bentuk dari penggunaan kekuasaan dapat dipergunakan. Sum-
ber kekuasaan ini dapat digunakan melalui:
a) Menggunakan perintah otoritatif dan penerapan aturan; artinya, jika
konflik yang terjadi terlalu besar untuk diabaikan, maka manajer/
pimpinan yang lebih tinggi dapat mengendalikan atau
menyelesaikannya dengan menggunakan perintah otoritatif, bahkan
bila perlu disertai dengan ancaman.
b) Menggunakan menuver politik; artinya, masing-masing kelompok
mencoba untk menghimpun kekuatan untuk memaksa kelom- pok yang
lain, dan cara ini akan meningkatkan situasi menang- kalah, sementara
sumber konflik tidak dieliminir.
3) Strategi Penggembosan
215

