Page 35 - DRAFT BUKU SAKU TESA FIFIA AYUZA (2)
P. 35
BAB 13
ANALISIS MIKRO LEMBAGA PENDIDIKAN, ANALISI NILAI TAMBAH
PENDIDIKAN SECARA PERSEORANGAN, DAN ANALISI NILAI TAMBAH
PENDIDIKAN BAGI MASYARAKAT
Analisis Nilai Tambah Pendidikan Dalam Dimensi Makro & Mikro
Pendidikan berkualitas merupakan aset penting bagi suatu negara, baik dalam dimensi
makro maupun mikro. Dalam skala makro, pembiayaan pendidikan mencakup seluruh wilayah
negara dan diatur oleh pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten, dengan alokasi anggaran
minimal 20% dari APBN setiap tahunnya. Pembiayaan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor,
seperti ekonomi, sosial budaya, politik, dan keamanan. Di tingkat mikro, tanggung jawab
terhadap kualitas pendidikan beralih ke sekolah dan masyarakat, yang bekerja sama dalam
merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi kualitas pendidikan. Pembiayaan mikro ini
mengutamakan partisipasi aktif orang tua, guru, siswa, dan instansi terkait untuk meningkatkan
mutu pendidikan di tingkat lokal. Secara keseluruhan, pendidikan dan pelatihan harus menjadi
tolak ukur dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang handal. Investasi dalam
pengembangan SDM memerlukan perencanaan yang matang, dan keberhasilan pendidikan
bergantung pada kontribusi berbagai sektor, termasuk tenaga kerja, industri, dan budaya.
Dengan sumber daya manusia yang berkualitas dan kompeten, pendidikan akan terus
berkembang dan memberikan dampak positif bagi kemajuan negara.
Analisis Nilai Tambah Secara Perorangan
Menurut Elchnan Chon, ekonomi pendidikan mempelajari bagaimana individu dan
kelompok memanfaatkan sumber daya terbatas untuk menghasilkan pendidikan dan pelatihan
yang berkualitas, serta mengembangkan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai
melalui pendidikan formal. Pendidikan memberikan nilai tambah bagi individu, yang tercermin
dalam peningkatan kualitas hidupnya. Seseorang yang menempuh pendidikan lebih tinggi akan
dihargai lebih oleh masyarakat karena dianggap berilmu, dan pendapat serta saran mereka
seringkali dihargai untuk menyelesaikan masalah sosial. Dalam konteks ekonomi, nilai tambah
juga merujuk pada peningkatan suatu barang atau jasa yang dilakukan oleh produsen sebelum
dijual, melalui perubahan bentuk, tempat, waktu, atau kepemilikan. Pendidikan, dengan kata
lain, memberikan nilai tambah bagi individu karena meningkatkan kualitasnya secara
signifikan. Pendidikan juga berperan penting dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia
(SDM). Dengan peningkatan mutu SDM, baik melalui beasiswa, tunjangan pendidik, atau
profesionalisasi tenaga pendidik, kualitas pendidikan secara keseluruhan akan meningkat.
Semakin tinggi jenjang pendidikan seseorang, semakin tinggi pula nilai tambah yang dimiliki
oleh individu tersebut.
Analisis Nilai Tambah bagi Masyarakat
Brubacher mengemukakan bahwa pendidikan harus didasarkan pada dua landasan
filosofis. pertama, epistemologi, yang menuntut lembaga pendidikan untuk memahami
masalah masyarakat secara mendalam dan berpegang pada kebenaran; kedua, pendidikan harus
dijalankan secara sistematis oleh para pengambil kebijakan untuk memenuhi kebutuhan
masyarakat dan bangsa. Pendidikan terus berkembang seiring waktu dan tidak akan pernah
berhenti. Transformasi Pendidikan dilakukan melalui beberapa cara, seperti: 1) Desentralisasi
pendidikan, yang bertujuan untuk membangun masyarakat demokratis, meningkatkan sosial
35