Page 138 - MODUL GP MATEMATIKA SMA - E
P. 138
Kegiatan Pembelajaran 3
Materi pembelajaran yang sudah ditentukan ruang lingkup serta kedalamannya
dapat diurutkan melalui dua pendekatan pokok, yaitu: pendekatan prosedural dan
hierarkis. Pada pendekatan procedural, urutan materi pembelajaran secara
prosedural yang menggambarkan langkah-langkah secara urut sesuai dengan
langkah-langkah melaksanakan suatu tugas. Pada pendekatan hierarkis, urutan
materi pembelajaran secara hierarkis menggambarkan urutan yang bersifat
berjenjang dari mudah ke sulit, atau dari yang sederhana ke yang kompleks. Contoh
urutan hierarkis (berjenjang): Soal ceritera tentang perhitungan laba rugi dalam jual
beli agar siswa mampu menghitung laba atau rugi dalam jual beli (penerapan
rumus/dalil), siswa terlebih dahulu harus mempelajari konsep/pengertian laba,
rugi, penjualan, pembelian, modal dasar (penguasaan konsep). Setelah itu siswa
perlu mempelajari rumus/dalil menghitung laba, dan rugi (penguasaan dalil).
Selanjutnya siswa menerapkan dalil atau prinsip jual beli (penguasaan penerapan
dalil).
Selain itu, seiring dengan paradigma pembelajaran yang lebih berbasis pada
konstruktivisme dan kontekstual, materi matematika tidak seharusnya disajikan
hanya sebagai uraian materi matematika yang miskin makna dan konteks.Materi
matematika perlu diolah dan disajikan secara kreatif sehingga dapat dipelajari oleh
peserta didik dengan konteks dan makna yang dapat dirasakan sebagai sesuai yang
asing dan tidak bermakna untuk mereka.
Sebagai contoh, misalkan akan disajikan materi pada kelas X SMA untuk
mendukung pencapaian kompetensi tentang: KD 3.1. Memilih dan menerapkan
aturan eksponen dan logaritma sesuai dengan karakteristik permasalahan yang
akan disajikan dan memeriksa kebenaran langkah-langkahnya serta KD 4.1.
Menyajikan masalah nyata menggunakan operasi aljabar berupa eksponen dan
logaritma serta menyelesaikannya menggunakan sifat-sifat dan aturan yang telah
terbukti kebenarannya.
52

