Page 22 - Modul Penelitian Pendidikan Matematika
P. 22
15
prestasi matematika siswa yang diajar dengan metode pembelajaran konvensional
dan metode pembelajaran berbasis masalah?" atau "Apakah ada hubungan antara
motivasi belajar matematika dengan hasil belajar siswa?"
B. Poin Penting dalam Menyusun Rumusan Masalah.
1. Jelas dan Spesifik: Rumusan masalah harus mudah dipahami dan tidak ambigu.
2. Relevan: Rumusan masalah harus relevan dengan bidang studi dan memiliki nilai
tambah bagi pengembangan ilmu pengetahuan.
3. Terukur (untuk penelitian kuantitatif): Rumusan masalah kuantitatif harus dapat
diukur dan diuji secara empiris.
4. Fokus: Rumusan masalah harus fokus pada satu permasalahan utama.
5. Mengacu pada Teori: Rumusan masalah sebaiknya didasarkan pada teori yang
relevan.
C. Contoh Rumusan Masalah dalam Pendidikan Matematika.
1. Penelitian Kualitatif: "Bagaimana siswa SMA mengalami kesulitan dalam
menyelesaikan soal cerita pada materi trigonometri?"
2. Penelitian Kuantitatif: "Apakah penggunaan media pembelajaran video animasi
dapat meningkatkan hasil belajar siswa SMP pada materi persamaan linear satu
variabel?"
Kesimpulannya, Rumusan masalah adalah langkah awal yang sangat penting
dalam sebuah penelitian. Dengan merumuskan masalah yang baik, kita dapat
melakukan penelitian yang lebih terarah dan menghasilkan temuan yang signifikan.
Perbedaan antara rumusan masalah dalam penelitian kualitatif dan kuantitatif terletak
pada tingkat keterbukaan dan spesifisitasnya.
SOAL EVALUASI
1. Jelaskan perbedaan antara rumusan masalah dalam penelitian kualitatif dan
kuantitatif beserta contohnya masing-masing dalam konteks pendidikan matematika.
2. Anda ingin meneliti tentang minat siswa terhadap mata pelajaran matematika.
Buatlah dua contoh rumusan masalah, satu untuk penelitian kualitatif dan satu untuk
penelitian kuantitatif.