Page 69 - PENILAIAN-STATUS-GIZI
P. 69

  Penilaian Status Gizi  




                     Secara  umum  Faktor  ekologi  yang  berkaitan  dengan  status  gizi  terbagi  dalam  2
               kelompok yaitu ekologi lingkungan dan vital statistik, secara singkat akan diuraikan berikut.

               1.    Ekologi Lingkungan
                     Faktor ekologi lingkungan yang berhubungan dengan status gizi di antaranya meliputi
               keadaan infeksi, pengaruh budaya, keadaan sosial ekonomi dan produksi pangan. Berikut ini
               penjelasan masing-masing faktor.
               a.    Infeksi
                     Status  gizi  dengan  kejadian  infeksi  mempunyai  keterkaitan  yang  erat.  Anak  yang
                     mempunyai status gizi kurang mudah terkena infeksi, karena anak tidak mempunyai
                     daya  tahan  tubuh  yang  cukup.  Sebaliknya  anak  yang  menderita    infeksi  tidak
                     mempunyai nafsu makan yang cukup, akibatnya anak kekurangan gizi dan jatuh pada
                     status  gizi  kurang.  Jadi  keterkaitan  infeksi  dengan  status  gizi  mempunyai  hubungan
                     timbal  balik  yang  kuat.  Beberapa  penyakit  infeksi  yang  terkait  dengan  status  gizi  di
                     antaranya adalah diare, TBC, ke cacingan, campak, batuk rejan, dan penyakit infeksi
                     lainnya.
               b.    Pengaruh budaya
                     Budaya mempunyai peran penting dalam proses terbentuknya status gizi. Budaya akan
                     menciptakan  kebiasaan  makan  individu  dan  atau  kelompok  masyarakat.  Pada
                     kelompok budaya tertentu, kebiasaan akan menciptakan pola makan yang baik, tetapi
                     tidak  jarang  menciptakan  kebiasaan  yang  bertentangan  dengan  prinsip  gizi.  Budaya
                     dan  kebiasaan  masyarakat  yang  berkaitan  dengan  status  gizi  di  antaranya  adalah
                     stabilitas  keluarga.  Keluarga  yang  terpecah  (perceraian  antara  ayah  dan  ibu),
                     mengakibatkan terabaikannya anak-anak termasuk pola makannya. Wanita karier yang
                     terlalu  mengutamakan  pekerjaan,  dengan  terpaksa  akan  mengorbankan  anaknya.
                     Mobilitas keluarga juga mempengaruhi status gizi, seperti buruh musiman yang harus
                     meninggalkan  keluarga  dan  anak-anaknya.  Pada  kelompok  masyarakat  tertentu
                     terkadang  mempunyai  beberapa  pantangan  yang  bertentangan  dengan  gizi,  seperti
                     balita tidak boleh makan telur karena takut bisulan. Budaya tersebut mengakibatkan
                     status gizi anaknya kurang mendapat perhatian yang optimal.
               c.    Keadaan sosial ekonomi
                     Keadaan  sosial  ekonomi  keluarga  akan  memberikan  kesempatan  ibu  untuk
                     menyediakan  makanan  bagi  keluarganya.  Keadaan  sosial  yang  dapat  mempengaruhi
                     status  gizi  di  antaranya  jumlah  anggota  keluarga  yang  tinggal  dalam  satu  rumah,
                     kepadatan  penduduk,  keadaan  dapur  untuk  mengolah  makanan,  ketersediaan  air
                     bersih  untuk  keperluan  rumah  tangga.  Keadaan  ini  secara  tidak  langsung
                     mempengaruhi  status  gizi  terutama  balita.  Keadaan  ekonomi  juga  dapat
                     mempengaruhi status gizi, di antaranya pekerjaan ayah, pendapatan per bulan, harga
                     pangan  di  pasaran.  Ini  semua  mempengaruhi  ketersediaan  makanan  dalam  rumah
                     tangga yang mengakibatkan status gizi anggota keluarga.





                                                           61
   64   65   66   67   68   69   70   71   72   73   74