Page 70 - PENILAIAN-STATUS-GIZI
P. 70

  Penilaian Status Gizi  




               d.    Produksi pangan
                     Produksi  pangan  pertanian,  peternakan  maupun  perikanan  mempengaruhi
                     ketersediaan makanan di pasaran. Dalam sistem pangan terdapat 5 komponen utama
                     agar  pangan  dapat  dimanfaatkan  seoptimal  mungkin,  komponen  tersebut  adalah
                     produksi pangan, distribusi pangan, konsumsi pangan dan utilisasi atau pemanfaatan
                     pangan  dalam  tubuh.  Produksi  pangan  dapat  baik  apabila  tersedianya  lahan  yang
                     cukup, sistem pengairan yang baik, pemupukan, pengontrolam hama pangan yang baik
                     serta pengolahan pasca panen.

               2.    Data Vital Statistik
                     Data  vital  statistik  secara  tidak  langsung  dapat  digunakan  untuk  menilai  status  gizi,
               terutama pada kelompok penduduk tertentu. Angka-angka statistik kesehatan mempunyai
               hubungan  yang  erat  dengan  keadaan  gizi  masyarakat.  Beberapa  data  vital  statistik  yang
               berhubungan dengan keadaan gizi dan kesehatan, antara lain adalah angka kesakitan, angka
               kematian, pelayanan kesehatan dan penyakit infeksi.
                     Menurut  Jellife  (1989),  beberapa  informasi  yang  menjadi  acuan  dalam  menganalisis
               keadaan gizi masyarakat antara lain angka kematian pada kelompok umur tertentu, angka
               kesakitan  dan  kematian  akibat  penyebab  tertentu,  statistik  pelayanan  kesehatan  dan
               penyakit infeksi yang berhubungan dengan gizi.
               a.    Angka kematian berdasarkan umur
                     1)    Angka kematian bayi umur 2–5 bulan
                           Kematian  bayi  umur  2-5  bulan  berkaitan  dengan  cara  pemberian  air  susu  ibu
                           (ASI).  Bayi yang tidak mendapat ASI, tidak akan mendapatkan makanan sesuai
                           dengan  kebutuhan  tubuhnya,  tidak  mempunyai  antibodi  yang  cukup.  Biasanya
                           bayi yang tidak mendapatkan ASI, kebutuhan gizinya didapat dari susu formula,
                           atau bayi sudah diberi makanan pendamping ASI (MP-ASI) sebelum waktunya.
                           Cara  pemberian  makanan  yang  kurang  bersih  dan  kandungan  zat  gizi  yang
                           rendah mempengaruhi status gizi.
                           Akibat  pemberian  makan  yang  salah,  maka  bayi  menderita  gizi  kurang  dan
                           mudah terkena penyakit infeksi, seperti diare, disentri atau penyakit infeksi lain.
                           Keadaan ini dapat mengakibatkan kematian bayi. Oleh karena itu tingginya angka
                           kematian pada kelompok ini menunjukkan bahwa banyaknya bayi menderita gizi
                           kurang yang disebabkan kurangnya asupan gizi.
                     2)    Angka kematian umur 1–4 tahun
                           Angka  kesakitan  dan  kematian  pada  kelompok  umur  1–4  tahun,  banyak
                           dipengaruhi oleh keadaan gizi. Pengaruh keadaan gizi pada kelompok ini lebih
                           besar  dibandingkan  dari  kelompok  umur  kurang  1  tahun.  Masalah  utamanya
                           disebabkan  asupan  gizi  tidak  cukup  dan  anak  mudah  terkena  penyakit  infeksi,
                           karena anak bermain pada tempat yang kotor. Disamping itu, anak mudah stres
                           karena baru disapih. Pada usia ini anak sedang tumbuh pesat, sementara asupan
                           gizi  kurang,  maka  balita  menderita  kekurangan  energi  dan  protein  (KEP)  dan




                                                           62
   65   66   67   68   69   70   71   72   73   74   75