Page 54 - Pedoman Keprotokolan DPR RI
P. 54

B.  Penerimaan  Tamu  Luar  Negeri  yang  Datang  atas  Prakarsa/Inisiatif  Tamu

                   yang Bersangkutan
                   1.  Surat  pemberitahuan  rencana  kunjungan  Tamu  Luar  Negeri  ke  Indonesia,

                       baik  dari    parlemen  atau  pemerintah  negara  yang  bersangkutan,  dari
                       Kedutaan  Besar  RI  di  negara  bersangkutan  maupun  dari  kedutaan  besar

                       negara  yang  bersangkutan,  dibahas  dan  diputuskan  dalam  rapat  pimpinan

                       DPR;
                   2.  Atas  dasar  persetujuan  Pimpinan  DPR,  Sekretariat  Jenderal  melakukan

                       koordinasi  dengan  kedutaan  besar  RI  di  negara  bersangkutan  dan/atau

                       kedutaan  besar  negara  yang  bersangkutan,  untuk  pengaturan  acara  di
                       Gedung DPR;

                   2.  Setjen  DPR  menyiapkan  acara  courtesy  call/pertemuan  delegasi  tamu
                       dengan  Pimpinan  DPR,  atau  pertemuan  dengan  BKSAP,  atau  Alat

                       Kelengkapan  Dewan  terkait,  termasuk  penyiapan  ruangan  dan  fasilitas
                       pendukungnya;

                   3.  Setjen  DPR  mengirimkan  surat  pemberitahuan  kepada  Pimpinan  dan

                       Anggota  DPR  yang  akan  mendampingi,  mengenai  tanggal  dan  waktu
                       kedatangan  delegasi,  dan  pakaian  yang  harus  dikenakan,  paling  lambat  2

                       (dua) hari sebelumnya;
                   4.  Pimpinan  dan/atau  Anggota  DPR  serta  pejabat  Sekretariat  Jenderal  DPR

                       yang akan mendampingi sudah berada di ruang pertemuan paling lambat 15
                       (lima belas) menit sebelum kedatangan Tamu;

                   5.  Setjen DPR menyiapkan tenaga penerjemah yang diperlukan;

                   6.  Setjen DPR mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan prosesi
                       courtesy  call/pertemuan,  antara  lain:  photo  session,  tukar  menukar

                       cenderamata, serta konferensi pers (apabila diperlukan);

                   7.  Setjen DPR meliput jalannya prosesi courtesy call/pertemuan;
                   8.  Dalam hal diselenggarakan jamuan makan, prosedurnya mengikuti ketentuan

                       sebagaimana diberlakukan untuk tamu luar negeri  yang diundang oleh DPR.








                                                                                                          16
   49   50   51   52   53   54   55