Page 49 - Pedoman Keprotokolan DPR RI
P. 49

PROSEDUR PENERIMAAN TAMU LUAR NEGERI



               A.  Penerimaan Tamu Luar Negeri yang diundang DPR


                   1.  Perencanaan
                       a.  BKSAP menyusun perencanaan jumlah dan nama-nama parlemen negara

                          sahabat yang akan diundang sebagai tamu DPR satu tahun sebelumnya.

                       b.  BKSAP  mengusulkan  rencana  sebagaimana  tersebut  di  atas  kepada
                          Pimpinan DPR untuk mendapatkan persetujuan;

                       c.  Berdasarkan  persetujuan  Pimpinan  DPR,  Setjen  DPR  mengajukan

                          kebutuhan anggaran untuk kegiatan penerimaan tamu luar negeri kepada
                          BURT;

                       d.  Pimpinan  DPR  mengirim  surat  undangan  resmi  yang  ditujukan  kepada
                          Ketua  Parlemen  negara  yang  akan  diundang  berdasarkan  asas  timbal

                          balik  (resiprositas).  Surat  Undangan  ditandatangani  oleh  Pimpinan  DPR
                          dan  ditembuskan  kepada  Kedutaan  Besar  RI  di  negara  yang

                          bersangkutan dan/atau Kedutaan Besar Negara yang bersangkutan; dan

                       e.  Pimpinan  DPR  dapat  mengundang  parlemen  negara  sahabat  di  luar
                          usulan  BKSAP  berdasarkan  permintaan  parlemen  negara  yang

                          bersangkutan  dan/atau  pertimbangan  lain  yang  diputuskan  dalam  Rapat
                          Pimpinan DPR RI.


                   2.  Pelaksanaan

                      a.  Umum

                           1) Surat  pemberitahuan  rencana  kunjungan  Tamu  Luar  Negeri  ke
                              Indonesia, baik dari parlemen atau pemerintah negara yang diundang,

                              dari kedutaan besar RI di negara bersangkutan maupun dari kedutaan

                              besar negara yang bersangkutan, dibahas dan diputuskan dalam rapat
                              Pimpinan DPR;

                          2)  Atas dasar persetujuan Pimpinan DPR, sekretariat jenderal menyusun
                              tentative  program  kunjungan,  baik  di  Jakarta  maupun  di  daerah,

                              berkoordinasi  dengan  kedutaan  besar  negara  yang  bersangkutan,



                                                                                                          11
   44   45   46   47   48   49   50   51   52   53   54