Page 47 - Pedoman Keprotokolan DPR RI
P. 47
G. Ruangan Penerimaan Tamu Luar Negeri
1. Penerimaan Tamu Luar Negeri dilaksanakan di ruang khusus yang terdiri dari:
a. ruang tunggu (holding room);
b. ruang pertemuan (meeting room);
c. ruang jamuan (dinning room);
yang representative sesuai standar internasional.
2. Ruang pertemuan (meeting room) dilengkapi dengan fasilitas Simultaneous
Interpreting System (SIS); dan
3. Pengaturan tata tempat duduk (sitting arrangement) mengikuti ketentuan
protokol yang berlaku.
H. Pakaian
1. Pada saat Penyambutan dan Pelepasan kepulangan Tamu di Bandara,
Courtesy Call, dan Friendly Talk, untuk laki-laki menggunakan pakaian resmi
(jas), sedangkan untuk wanita menyesuaikan.
2. Pada saat jamuan makan siang/malam, untuk laki-laki menggunakan setelan
resmi (jas)/batik lengan panjang dan untuk perempuan menggunakan baju
resmi/batik atau baju nasional.
I. Cinderamata
1. Dalam setiap penerimaan tamu luar negeri, pihak DPR memberikan
cinderamata kepada Tamu Luar Negeri;
2. Cinderamata yang diberikan dapat berupa benda-benda yang berciri khas
Indonesia dan/atau buku tentang DPR untuk mempromosikan DPR ke luar
negeri.
J. Biaya
a. Semua biaya yang timbul karena kegiatan-kegiatan kunjungan tamu luar
negeri yang diundang ke DPR dibebankan pada anggaran DPR sesuai
dengan ketentuan dan peraturan perundangan yang berlaku. Biaya yang
dibebankan pada anggaran DPR meliputi:
9